Jl. Kyai Gede Utama No. 8
Bandung - 40132
West Java - Indonesia
Tel./Fax: +62.22.2503404




Search



Photo Stream



Archive for January, 2008

17 January, 2008 | No comments

Terlilit Asa | Burgerkill (Cerahati, 2004)


Terlilit Asa oleh Burgerkill (Sony Music, Berkarat, 2004)
Videoklip oleh Cerahati

Top

17 January, 2008 | No comments

KRONIK FILMEDIA MOVIEROADSHOW | KINERUKU | Bandung | 18 - 26 Januari 2008

Bandung, 18-26 Januari 2008

KRONIK FILMEDIA MOVIEROADSHOW merupakan program pemutaran film yang dilaksanakan di 3 kota yaitu Yogyakarta, Bandung, dan Purwokerto. Program ini memutar beberapa film alternatif dari beberapa negara, ditambah dengan program pemutaran film-film dan video hasil karya dari berbagai komunitas film di Bandung, Jakarta dan Semarang.

Jumat, 18 Januari 2008
pukul 15.00

THE TUNNEL
(Roland Suso Richter, Jerman, 2001, 135 min, VHS)
Bersetting pasca Perang Dunia II, kisah tentang usaha beberapa warga Jerman Timur menyeberang ke Jerman Barat dengan membangun sebuah terowongan rahasia.

Sabtu, 19 Januari 2008
pukul 15.00

OTESANEK
(Jan Svankmajer, Ceko, 2000, 127 min, VHS)
Sepasang suami istri merindukan kehadiran seorang anak. Suatu hari mereka akhirnya mendapatkan anugerah tersebut, yang berasal dari sebuah pohon!

DE GROT
(Martin Koolhoven, Belanda, 2001, 90 menit)
Egon Water, ahli geologi, berteman dengan Axel van der Graaf, pengedar heroin. Pertemanan mereka menyeret Egon ke sebuah pilihan sulit berisiko tinggi.

Sabtu, 26 Januari 2008
pukul 15.00

KOMPILASI VIDEO - OK! VIDEO MILITIA WORKSHOP SEMARANG 2007
(DVD, didukung oleh ruangrupa)
Kompilasi video dari sebuah workshop yang diadakan di Semarang, April 2007. Tentang penggambaran kota Semarang dan berbagai masalah yang dihadapinya.
pukul 16.30

KOMPILASI FILM PENDEK SEMARANG
(60 menit, DVD)
Kompilasi film pendek karya komunitas-komunitas film di Semarang.

KRONIK FILMEDIA
Jl. Singosari 2 No 12
Semarang
Email: kronikfilmedia@yahoo.com
Website: kronikfilmedia.blogspot.com

KINERUKU
Jl. Hegarmanah 52
Bandung
Ph/F: 022.2039615
Email: kineruku@yahoo.com
http://www.rumahbuku.info

Top

17 January, 2008 | No comments

Tatto Family | Komik Malaikat

Tatoo Family

** Silahkan menikmati karya Komik Malaikat yang lainnya di halaman berikut ini.

Top

13 January, 2008 | 3 comments

Ujungberung Update: …never let your friend fighting alone!

mbie

Sore itu akhir tahun 1996. Sore yang cerah. Selesai latihan band di Studio Palapa saya langsung nongkrong dipinggir jalan. Ada Yayat Jasad, Iyang Bangke, Dinan, Ameng, Andris, Bebi, Ivan Scumbag dan beberapa teman yang lainnya. Lagi asik ngobrol ngalor ngidul, sebuah angkot berhenti tepat di depan kami. Andri Kadal turun bersama seseorang yang tidak kami kenal. Menyapa kami semua lalu ikutan nongkrong. Berbagi miras dan rokok. Temannya hanya diam memperhatikan kami. Hanya merokok sambil sesekali tersenyum ketika diantara kami saling melemparkan banyolan.

Oh enya sori…kenalkeun ieu babaturan urang di komplek”, Andri Kadal baru tersadar saking mabuknya. Teman Andri Kadal bangkit dari jongkok lalu dia menyalami kami satu persatu. “Mbie!”, tangan kanannya erat menjabat tangan saya. Sekilas saya melihat tato motif tribal dipergelangan tangannya. Mirip tato Max Cavalera vokalis Sepultura. Setelah itu dia jongkok di pinggir saya. “Rokok ‘a ?”, Mbie menawari saya rokok. Menyodorkan bungkus garfitnya yang tinggal satu batang. “Oh nuhun, aya!”, jawab saya sambil mengacungkan rokok yang masih menyala. Setelah itu dia kembali terdiam. Asik memperhatikan kami yang tertawa-tawa membahas berbagai hal. Hingga malam menjelang dan jumlah botol kosong di depan kami makin bertambah banyak.

Itulah awal saya kenal dengan Mbie. Seorang remaja tanggung dengan dandanan lusuh. Dia mengaku baru saja kabur dari sebuah pesantren di jawa timur. Berbekal baju yang melekat dibadan dan beberapa lembar rupiah disaku celananya dia memutuskan untuk cabut dari rumah. Atas jasa baik Yayat Jasad akhirnya Mbie ditampung di studio Palapa. Dari situlah awal Mbie tertarik dengan gitar. Oleh Yayat Jasad Mbie diajari beberapa tehnik dasar bermain gitar metal. Istilahnya grip gantung. Mbie juga serius belajar tentang teknik sound gitar.

Pada saat itu hampir semua band Ujungberung memakai jasa Mbie sebagai teknisi gitar. Disamping sebagai mata pencaharian menjadi teknisi gitar adalah ajang mencari ilmu. Tak segan Mbie menghabiskan waktu berhari-hari di rumah Ferli Jasad atau Toteng Forgotten. Dengan tekun Mbie mempelajari setiap tehnik baru yang didapatkan dari mereka. Sementara usaha sampingannya yang lain adalah berjualan merchandise dan produk rekaman band Ujungberung. Bersama saya Mbie kerap menghabiskan waktu berkeliling ke setiap tongkrongan di Bandung. Berdagang t-shirt, kaset, fanzine dan foto-foto band. Hingga malam menjelang dan kami kembali terdampar dijalan berbagi selimut kain spanduk.

Tahun 1998 akhirnya Mbie berhasil membuat band. Personilnya adalah Andi (vokal), Awan (gitar), Mbie (gitar), Rusli (drum) dan Dase (bass). Band pertama Mbie adalah Impure. Band death metal yang banyak terinspirasi dari Napalm Death, Malevolent Creation dan Suffocation. Bersama Impure Mbie banyak menimba pengalaman manggung. Suka duka bermain band kami lewati dengan sepenuh hati. Dalam keseharian itu saya makin kenal dengan sosok Mbie. Mbie yang sangat obsesif dan selalu mempunyai semangat yang menyala-nyala. Disisi lain Mbie adalah sosok yang sangat setia kawan dan mengerti betul makna dan arti sebuah pertemanan. Namun karir bermain band Mbie bersama Impure hanya berjalan beberapa tahun.

Selepas membubarkan band-nya, Mbie bergabung bersama Jeruji. Posisinya sebagai gitaris mendampingi Useng. Hingga akhirnya posisi Mbie beralih menjadi basist selepas Jeruji ditinggal basistnya. Bersama Jeruji, Mbie makin malang melintang di dunia musik underground. Bagi komunitas Ujungberung Rebels, Mbie adalah salah satu aset yang berharga. Atas jasa Mbie pagelaran Bandung Berisik 3 dapat digelar dengan sukses. Begitu juga dengan semua kegiatan dan rencana kerja Ujungberung rebels. Mbie selalu ikut serta dan memberikan kontribusi yang sangat besar. Pengaruh Mbie pada musikalitas Jeruji juga membawa dampak yang besar. Pasca Mbie masuk komposisi lagu-lagu Jeruji makin bertambah sangar. Bisa disimak pada album “Jeruji” dimana hampir semua komposisi lagu yang terdapat dalam album tersebut adalah garapan Mbie. Boleh dibilang pada album tersebut adalah idealisme-nya Mbie.

Keputusan Mbie masuk Jeruji sama mengagetkannya ketika dia memutuskan untuk keluar dari Jeruji. Semua orang berpendapat Mbie hengkang dari Jeruji dikarenakan kesibukan dia mengurus lahan bisnisnya. Ada juga yang menyatakan bahwa dia terlibat konflik dengan Themfuck dan personil lainnya. Saya melihatnya berbeda. Semua terlepas dari semua hal itu. Nampaknya Mbie sedang mempersiapkan sesuatu yang besar yang berhubungan dengan karir bermusiknya. Sama halnya ketika dia memutuskan untuk membubarkan band-nya dan masuk Jeruji yang secara teknis sangat jauh berbeda karakter dengan band Impure. Pribadi Mbie memang selalu penuh dengan kejutan.

Namun semua rencana besarnya harus tertunda ditengah jalan. Tanggal 1 Desember 2007, pukul 1 malam, Mbie ditemukan terkapar disekitar pelataran pinggir jalan Merdeka dalam kondisi mengenaskan. Kepalanya terluka parah hingga membuatnya koma selama hampir tiga minggu diruangan ICU. Pasca operasi besar dikepala untuk mengangkat serpihan tulang tengkoraknya, Mbie mengalami trauma hebat dikepalanya. Memori dalam otak Mbie terganggu sehingga mempengaruhi kinerja sensor motorik yang berhubungan dengan kordinasi gerakan anggota badannya.

Namun Mbie pantang menyerah. Seperti juga Indah istrinya yang selalu setia mendampingi Mbie. Seperti apapun kondisi Mbie dengan sabar Indah memberi motivasi dan harapan. Indah sangat mengerti dengan semua cita-cita Mbie. Indah juga sangat mengerti tentang makna pengorbanan dan kesetiaan. Seperti juga Mbie yang tidak pernah mengecewakan teman-temannya. Mbie yang selalu ada ketika kita membutuhkan pertolongan. Mbie yang rela berkorban demi semua impian dan harapan teman-temannya.

Kita semua mengenal Mbie dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kita juga telah sama-sama mengerti tentang makna kesetiaan dan pengorbanan. Pemulihan Mbie pasca operasi membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk untuk berbagi dan memberi. Sebagai “teman”…jangan biarkan Mbie berjuang sendirian! (Addy Gembel)

** Bagi teman-teman yang ingin ikut menyumbang untuk proses penyembuhan Mbie, silahkan mengirimkan bantuan ke nomer rekening BCA No. 3461732745, atas sama Indah P.D.

Top

11 January, 2008 | 1 comment

OPEN CALL FOR APPLICATIONS: 5th Asia-Europe Art Camp | Bangkok | 21 - 30 Maret 2008

The Asia-Europe Art Camp project is an initiative set up by Asia-Europe Foundation (ASEF) in 2003 focusing on New Media Art. The project aims at developing a platform promoting dialogue for art students, to learn more about each other’s contexts, cultures and get inspired during a week of lectures, workshops and cultural visits.

As part of the Asia-Europe Art Camp series, this Fifth edition of the camp: RE-VISION BANGKOK|NEW MEDIA ART AND INTERACTIVITY, will gather 20 emerging artists or last year students from various ASEM countries to explore the possibility of connecting new media art practices to the relational aesthetic concept.

Led and facilitated by a team of Asia-Europe experts, specialised in new media and social art issues, participants will be guided to re-construct small communities in different social and cultural urban spaces in Bangkok during the fieldwork. They will explore potential interaction with all working sites through various new media art practices. In addition, the camp will include an open discussion to the public involving guest speakers from the region.

DEADLINE: 28 Januari 2008

For the full information on this open call for applications, please visit the website.

For more information please contact:
Azizah Fauziah
Cultural Exchange Department
Asia-Europe Foundation (ASEF)
31 Heng Mui Keng Terrace
Singapore 119595

Tel : (65) 6874 9741
Fax : (65) 6872 1207
E-mail: azizah.fauziah@asef.org

This camp is organised in partnership with the School of Fine and Applied Arts of Bangkok University.

Top



« Next entries Previous entries »