festivaldesfestival s, 19 > 24 Feb 2007 @ kineforum

19 > 24 Februari 2007
@ kineforum* Studio 1 TIM 21
Jl. Cikini Raya n°73 Jakarta Pusat
tél. 316 27 80 • info@kineforum. com

Bekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta, CCF Jakarta mempersembahkan sebuah koleksi dari 9 film yang mewakili berbagai festival film dokumenter di Prancis tahun 2005 dengan berbagai bentuk mereka yang telah menoreh sejarah. Berbagai dokumenter yang menunjukan vitalitas di berbagai jalur yang digali dari produksi terbaru : dokumenter layar lebar, produksi televisi yang menakjubkan, film penelitian maupun essai, termasuk kronika serta film-film antarbatas genre, rekaman dan juga adaptasi pertunjukan.

*kineforum adalah ruang pemutaran film pertama di Jakarta yang menawarkan berbagai program film Indonesia klasik dan kontemporer. Di ruang ini kita menyaksikan film-film karya pembuat film terbaik dunia, film panjang maupun film pendek – yang berasal dari arus utama sampai eksperimental. Diputar di layar lebar dengan dukungan tata suara yang sesuai, di kineforum berlangsung juga diskusi dan pertemuan dengan banyak pembuat film. Penonton diharap memberi sumbangan untuk mendukung kegiatan kineforum.

L’Affaire Valérie
karya François Caillat
2004, 75 min., versi orisinil teks inggris, FIDMarseille 2004
Senin 19 Feb. 2007 – 19 :30
Kamis 22 Feb. 2007 – 17 :00

Seorang sineas berkelana ke desa-desa di pegunungan Alpen, menyusuri sungai-sungai, untuk mencari tahu penyebab hilangnya Valérie duapuluh tahun yang lalu. Wanita ini dituduh membunuh seorang turis asal Kanada sebelum ia menghilang tanpa jejak. Begitulah kisah sang narator yang sedang lewat di lokasi ketika peristiwa itu berlangsung. Seiring dengan beberapa wawancara yang dilakukan, Valérie seolah menghilang untuk kedua kalinya, terbawa oleh pemandangan indah alpin yang direkam oleh François Caillat. Pemandangan yang megah penuh misteri dimana tebing dan jurang menjadi metafora tokoh-tokoh fiktif yang diubah kamera menjadi sebuah dokumenter. Sebuah film berbentuk essai dimana sang sutradara memusatkan kerjanya pada ingatan dalam tingkat abstraksi yang tinggi.

Les Mauvais garçons, chronique de la violence ordinaire
karya David Carr-Broown, Pierre Bourgeois, Patricia Bodet
2004, 90 min., versi orisinil teks inggris, FIPA 2005
Selasa 20 Feb. 2007 – 14 :15
Sabtu 24 Feb. 2007 – 19 :30

Atau bagaimana sebuah kompleks perumahan kelas menengah bernama Commanderie di daerah Creil berubah menjadi ghetto dalam kurun waktu 40 tahun. Waktu yang cukup bagi dua generasi yang mulai kehilangan kepekaan mereka lantaran kekerasan sehari-hari. Bagian ketiga dari serial (Kronika kekerasan sehari-hari) produksi France 2 mengenai kehidupan daerah pinggiran, Les Mauvais garçons menawarkan sebuah kritik mengenai imigrasi serta kebijakan tata ruang dekade terakhir ini. Selama dua tahun sang sutradara menyusuri perumahan ini. Hasilnya adalah sebuah potret intim dari kota kecil dengan segala kompleksitasnya, bersama Eric, I-B, Zac dan kawan-kawan mereka.

Mur
karya Simone Bitton
2004, 100 min., versi orisinil teks inggris
Grand Prix du FIDMarseille 2004, Quinzaine des r̩alisateurs РFestival de Cannes 2004
Senin 19 Feb. 2007 – 14 :15
Kamis 22 Feb. 2007 – 19 :30

Menyusuri jejak batas pemisah Israel yang menjadi bagian dari sejarah, Simone Bitton mengumpulkan kata-kata, lirik dan reaksi dalam bahasa Yahudi dan Arab dari berbagai kalangan yang dipisahkan oleh « Tembok » : anak-anak, pekerja, militer… Sebuah meditasi sinematografis pribadi, disajikan oleh sang sutradara yang menghilangkan kebencian dan memproklamirkan warisan budaya gandanya, Yahudi serta Arab : « Tembok yang kurekam ini merupakan bagian dari diri saya sendiri layaknya sebuah cakrawala pikiran dan manusiawi dalam tokoh-tokoh saya (…). Mur adalah sebuah film politik tanpa berbicara tentang politik. Film ini berbicara tentang saya, tentang kita ». Terpilih dalam berbagai seleksi mancanegara, film ini memperoleh Grand Prix dari Fidmarseille dan masuk di bioskop di Prancis tahun 2004.

Odessa… Odessa !
karya Michale Boganim
2004, 100 min., versi orisinil teks inggris
Prix L. Marcorellles (M.A.E.) du Cinéma du Réel 2005
Selasa 20 Feb. 2007 – 17 :00
Jumat 23 Feb. 2007 – 17 :00

“Odessa adalah salah satu tempat dengan nama yang mistis, kota legenda yang pernah menjadi pusat kebudayaan Yiddish, salah satu lokasi yang selalu ada di hati Anda sebelum Anda mengunjunginya” . Michale Boganim, sutradara muda berdarah Prancis dan Israel, menapak tilas perjalanan masyarakat Yahudi yang bermigrasi ke Israel dan Amerika Serikat serta menawarkan sebuah triprik nostalgis dari tiga kota dalam tiga warna : Odessa biru dengan keindahan yang pudar dari kota tua; Little Odessa, daerah kantong Rusia di New York dengan warna bata, dan Ashdod, kota berwarna putih berkilauan bagai jamur yang mekar di padang pasir Israel. Diseleksi dalam berbagai festival dokumenter mancanegara, film ini masuk di bioskop Prancis pada tahun 2005.

Paradis
karya Marie-Hélène Rebois
2004, 52 min., tanpa komentar, FIPA 2005
Rabu 21 Feb. 2007 – 19 :30
Jumat 23 Feb. 2007 – 14 :15

Marie-Hélène Rebois, terkenal berkat hasil kerjanya tentang grup tari Compagnie Bagouet (yang berjudul Histoire d’une transmission dan Ribatz, Ribatz ! Ou le grain du temps, yang memperoleh penghargaan dalam kompetisi dokumenter Fidmarseille tahun 2003), melanjutkan eksplorasinya dalam tari kontemporer dengan karya emas dari José Montalvo, koreografer Prancis asal Spanyol. Rekaman pementasan Paradis yang diciptakan pada tahun 1997 di la Maison de la danse de Lyon, menceritakan kebahagiaan sebuah penciptaan, humor serta energi yang menjadi ciri khas grup tari Montalvo/Hervieu. Sebuah pementasan indah yang mencampur segala genre dan budaya tari (hip-hop, ballet klasik, tari Afrika) dan video dimana para penari beserta gambar mereka diproyeksikan ke layar lebar.

Paul dans sa vie
karya Rémi Mauger
2004, 100 min., v versi orisinil teks inggris
Fipa d’argent 2005 (Section Documentaires de création)
Selasa 20 Feb. 2007 – 19 :30
Kamis 22 Feb. 2007 – 14 :15

Paul, petani, nelayan, dan bujangan, akan menginjak usia 75 tahun. Ia hidup dengan dua saudara perempuannya yang juga belum menikah, dan mulai menjajaki hari-hari pensiun setelah bekerja dan tinggal di Cotentin. Inilah saat yang penting bagi Rémi Mauger yang memilih untuk mendekatkan diri kepada pria yang ia kenal baik ini, simbol dari dunia yang jauh dari modernitas dan mulai memudar. Sebuah potret yang indah dimana sang sutradara berusaha memberi jarak yang tepat, dibantu oleh sang tokoh, yang mengalir mempesona : « Kamu mau buat apa ? Film ? Tidak akan mudah buat kamu. Kamu sama saja seperti yang lain. Kamu akan mengganggap saya terlalu folklorik. Tapi saya tidak ada dalam folklor. Saya berada dalam hidup saya. »

La Peau trouée
karya Julien Samani
2004, 56 min., tanpa komentar
Prix Jean Vigo du Court-Métrage 2005, États généraux du Documentaire de Lussas 2004
Rabu 21 Feb. 2007 – 17 :00
Sabtu 24 Feb. 2007 – 14 :15

Lima nelayan di tepi Mirador, pergi menuju perairan Irlandia yang luas mencari seekor ikan monster : hiu-tupai. Mulailah sebuah perjalanan panjang menuju lautan tak bertepi ditemani suara bising baling-baling motor : penantian, monoton, kata-kata pendek para pelaut… Sampai tiba-tiba irama film berubah menjadi ledakan keras. Terumpan, menjerit dan melengking di permukaan, hiu-hiu itu melakukan lompatan terakhir hidup mereka di laut berlumur darah. Keluarbiasaan dan kesederhanaan berbaur dalam sebuah komposisi yang lihai dimana para tokoh mencapai sebuah dimensi setengah mistis. Sebuah film essai yang sukses bagi seorang sutradara muda yang menandai film pertamanya, dianugerahi Prix Jean Vigo 2005 dan hadir di bioskop Prancis pada tahun yang sama.

Le Rossignol
karya Christian Chaudet
2004, 50 min., versi orisinil teks inggris
FIPA d’or 2005 (Section Musique et spectacles)
Rabu 21 Feb. 2007 – 14 :15
Sabtu 24 Feb. 2007 – 17 :00

Karya lirik pertama dari komposer Igor Stravinsky, diadaptasi dari dongeng Andersen, Le Rossignol membawa penonton ke dunia magis kekaisaran Cina. Diadaptasi oleh Christian Chaudet untuk disiarkan di layar kaca, film ini menggunakan berbagai teknik animasi digital untuk menciptakan sebuah dunia peri yang modern, antara Cina dan dunia virtual. Lewat sudut pandang seorang pemuda Cina yang melihat balet fantastik dengan benda-benda seni, alat-alat musik, telepon genggam dan webcam, penonton dibawa menuju keajaiban sebuah pertunjukan. Peranan Nathalie Dessay sebagai tokoh utama dalam Orchestre National de Paris pimpinan James Conlon menambah keberhasilan film yang dimahkotai FIPA d’Or tahun 2005 ini.

Salvador Allende
karya Patricio Guzman
2004, 100 min., versi orisinil teks inggris
Sélection officielle Festival de Cannes 2004 (hors compétition), États généraux du Documentaire de Lussas 2004
Senin 19 Feb. 2007 – 17 :00
Jumat 23 Feb. 2007 – 19 :30

11 September 1973. Sebuah kudeta militer memukul revolusi pasifik di Chili setelah presiden terpilih Salvador Allende dilengser. Patricio Guzmán membangkitkan sang presiden yang kalah perang, figur karismatik yang bunuh diri dimana diktator berusaha menghapus kenangannya. Seperti ungkapan di menit awal film, bahwa « tidak ada yang tersisa, atau hampir tersisa dari Salvador Allende ». Hanya sepotong kacamata pecah dan beberapa lembar kertas ditemukan di tubuhnya yang tak bernyawa. Dalam sebuah potret yang menyentuh, Guzmán menjadikan tokoh ini sebagai mercu suar abad ke-20, sebuah penghormatan yang personal sekaligus berjarak sembari menawarkan sebuah refleksi yang jujur mengenai seorang politikus ideal. Film ini masuk seleksi di berbagai festival mancanegara dan muncul di bioskop Prancis tahun 2004.

Informasi selengkapnya, kunjungi :
www.ccfjakarta. or.id
www.diplomatie. gouv.fr
www.fipa.tm. fr
www.fidmarseille. org
www.bpi.fr
www.lussasdoc. com

Atau hubungi :

Yosef Indra
yosef.indra@ ccfjakarta. or.id

Responsable de l’audiovisuel / graphisme
Centre Culturel Français / Pusat Kebudayaan Prancis / CCF Jakarta
Jalan Salemba Raya 25 Jakarta 10440
INDONESIA
tél. 00 62 21 390 85 80, 390 85 85
fax. 00 62 21 390 85 86
www.ccfjakarta. or.id

Leave a Reply