Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • blauloretta 1:24 pm on November 22, 2007 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Untitled (The Hobo Never Sleep Tonight) by Anugerah Pratama aka Egga 

    Image work by Egga

    Untitled (The Hobo Never Sleep Tonight)
    Anugerah Pratama aka Egga
    Digital Print on Canvas
    60 cm x 120 cm
    2006

    Among his friends in Bandung, Anugerah Pratama aka Egga is known as designer, DJ and experimental musician. Most of his graphic works appears in the form of t-shirts, flyers, posters, etc. He often uses simple vector graphic icon, found images, cut and paste technique; playing with humor, irony and childhood object. In The Hobo Never Sleep Tonight, Egga shows a playful image of four legs black bird with a jewel crown, including his collection of graphic text & icons in the background. This in return, creates an enigmatic – almost like mockery icon – that questioning authority & our stereotype perception about particular sign/symbols.

    (From http://www.projektheterologia.wordpress.com)

     
  • blauloretta 7:10 am on November 22, 2007 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Strategi Baru Label Rekaman “Membunuh” Artis-Artisnya 

    Oleh http://wenzrawk.multiply.com/

    Teman-teman, kita sudah sampai di era baru industri musik.

    Era dimana label rekaman melancarkan strategi terkejam dalam sejarah industri musik di tanahair: Menguasai artis dengan jalan mengelola karir mereka. Istilah populernya mereka melakukan ekspansi bisnis dengan cara membuka divisi Manajemen Artis di label rekaman.

    Gue adalah salah seorang yang nggak setuju dengan berdirinya manajemen artis dalam sebuah label rekaman. Gue punya argumentasi yang kuat untuk ini. Label rekaman itu INKOMPETEN untuk urusan manajemen artis dan nantinya gue yakin malah bakal merusak tatanan industri musik yang selama ini otonom dari tiga belah pihak terkait (artis, manajemen, label).

    Bisnis utama label rekaman adalah jualan kaset, CD, RBT, dsb. Semua yang berhubungan dengan rekaman musik. Dari nama saja sudah jelas: Perusahaan Rekaman! Akhirnya ketika mereka membuka divisi baru (Artis Manajemen) gampang ditebak kalo kerepotan dan berbagai kebodohan dalam urusan manajerial artis bakal terjadi di sana. Mulai dari SDM yang mereka miliki butut hingga praktek-praktek jualan band yang obscure. Karena mereka masih “belajar” maka jangan cari profesionalisme manajemen artis di dalam major label :)

    Conflict of interest tingkat tinggi juga bakal terjadi di dalam band ketika manajernya bingung harus membela kepentingan yang mana nantinya (artis atau label?). Secara manajer lama kemungkinan besar bakal ”digaji” oleh label dan nanti hanya akan menjadi sub-ordinat dari manajemen baru.

    Gara-gara pembajakan musik yang makin gokil (bahkan konon direstui negara) dan menurun drastisnya penjualan album fisikal, akhirnya mereka mengambil jalan pintas mendirikan manajemen artis yang ujungnya lagi-lagi merugikan artis nantinya. Label bukannya bersatu memerangi pembajakan namun malah berkomplot untuk mengeksploitasi artis habis-habisan agar mereka bisa terhindar dari kebangkrutan.

    Biarkan artis yang bangkrut, tapi jangan labelnya! Kira-kira kasarnya begitu. Sekali lagi artis adalah obyek penderita nomor satu nantinya.

    Setelah kecilnya nilai royalti mekanikal di Indonesia, statistik penjualan album yang manipulatif, dilarangnya artis bergabung dengan KCI oleh ASIRI (atau diminta keluar dari KCI jika telah bergabung) maka penindasan terhadap artis akan datang lebih kejam lagi nantinya. Detailnya kira-kira seperti di bawah ini.

    Ini prediksi yang bakal terjadi di masa depan dengan ”artis-artis baru” yang kontrak dengan major label yang memiliki divisi manajemen artis:

    - Masa depan karir band baru akan tergantung dari label rekaman, bukan berada di tangan manajemen lama atau artisnya sendiri.

    - Tumpulnya peran dan kontrol manajemen artis yang lama dalam membela kepentingan-kepentingan artis. Manajemen lama akan menjadi sub-ordinat dari label dan kemudian hanya berfungsi sebagai baby-sitting artis. Semua fungsi kontrol dan decision making artis akan terpusat kepada label sebagai investor. Manajer lama tidak punya hak karena mereka tidak invest apapun. Kemungkinan besar mereka akan disingkirkan dengan jalan “pembusukan”. Mempengaruhi artis dengan iming-iming kesuksesan di industri musik.

    - Kontrol yang sangat ketat dalam proses kreatif dan menciptakan musik berakibat hilangnya idealisme artistik & estetis karena artis hanya akan diperbolehkan menciptakan musik-musik yang tengah disukai oleh pasar yang tidak cerdas. Sejuta band mirip Kangen Band diprediksi akan membajir di industri musik kita :)

    - Berkurang secara signifikannya pemasukan bagi artis karena mereka harus share profit selain dari royalti mechanical, live show, merchandise, touring, advertising, publishing dan sebagainya. Hal yang belum pernah terjadi sebelumya. It’s a very big, big, big LOSS, ladies & gentleman!

    - Buruknya lagi, kalau artis baru nanti terlalu blo’on, maka tingkat eksploitasi akan diperkejam lagi hingga nama band dipatenkan oleh label, internal band akan dikontrol langsung pihak label, penggelapan royalty, sales report yang culas hingga berlakunya sistem bodoh dengan label menggaji para artis. Jika selama ini kita memandang artis sebagai seniman dengan talenta yang tidak ternilai maka selanjutnya kita akan dipaksa memposisikan artis tak lebih dari “kuli musikal.”

    Strategi ”mega-eksploitatif” ini memang hanya diberlakukan bagi band-band baru yang ditawarkan kontrak rekaman oleh major record company. Contoh paling konkret misalnya terjadi pada Nidji, Letto (Musica), The Changcuters, St. Loco, Vagetoz (SonyBMG Indonesia), Kangen Band (Warner), Tahta (EMI), dsb. Semuanya memang memiliki deal-deal yang berbeda satu sama lain. Maksudnya tingkat eksploitasinya berbeda-beda. Ada yang parah dan ada yang parah banget. Gue sempat mendengar ada satu band yang dipotong komisinya sebesar 45% (gross) setelah join dengan manajemen artis major label.

    Band baru yang hadir dengan strategi yang brilyan dan sangat berhasil di awal karirnya adalah Samsons yang melakukan master licensing deal dengan Universal Music Indonesia. Mereka membiayai sendiri produksi rekaman dan kemudian menjalin kerjasama promosi & distribusi dengan major label selanjutnya. Ke depannya deal seperti ini nantinya akan menjadi ”favorit” para manajer artis (tentu bila mampu).

    Pastinya, label rekaman tidak akan menawarkan strategi keji ini kepada band-band lawas/senior karena bargaining position mereka sudah sangat kuat. Selain brand mereka sudah dikenal luas, pengalaman dan pengetahuan bisnis musik yang sangat memadai, fanbase yang kuat juga sangat berpengaruh terhadap positioning mereka di industri musik. Label sendiri kadangkala melihat artis-artis lawas sebagai ”uzur,” ”grace period” atau sudah rendah ”selling point”nya.

    Itulah kenapa akhirnya label rekaman besar hanya akan memburu band-band/artis baru yang masih hijau, yang minim pengetahuan bisnis musiknya dan belum paham peta/konstalasi industri musik lokal. Selain bakal gampang dibodohi dengan kontrak yang sangat eksploitatif mereka juga akan dipengaruhi iming-iming “fame & fortune” di industri musik. Padahal belum tentu bakal “booming” juga :)

    Jika Anda saat ini berada di sebuah band baru dan ditawarkan kontrak rekaman dari major label maka jangan terburu-buru tergiur dulu! Imej bergengsi major label tidak akan banyak memberi keuntungan. Yang terpenting adalah deal-nya, bukan masalah major atau indie label-nya. Pelajari dulu dengan seksama kontraknya, undang pengacara kenalan Anda untuk membedahnya, konsultasi dengan band-band lain yang sudah berpengalaman.

    Sudah banyak kasus terjadi sebelumnya. Band-band baru menandatangani kontrak rekaman jangka panjang dengan major label dan akhirnya menyesal. Ketika bandnya booming dan banyak menerima job manggung beberapa ada yang melakukan ”resistensi” konyol dengan tidak menyetorkan komisi kepada label sesuai perjanjian. Menjadi konyol karena setelah kontrak rekaman itu ditandatangani maka konsekuensi-konsekuensi di belakangnya seharusnya sudah kita tahu sejak awal. Oleh karena itu jangan ikut mengantri di barisan kebodohan. Empowered yourself!

    Cara kerja label juga akan lebih mirip jarum suntik nantinya. Sekali pakai langsung buang, disposable. Artis-artis baru tidak akan ada yang didevelop untuk panjang umur karirnya, mereka hanya akan disupport demi “popularitas maksimal dua atau tiga album saja!” Setelah booming besar dan untung besar, siap-siap menuju ladang pembantaian. Setelah dibantai maka dicari lagi talenta baru. Kalau kita jeli fenomena seperti ini sebenarnya telah terjadi sekarang ini di Indonesia.

    Label besar sejatinya nanti hanya akan menjadi pusat manufaktur band! :) Kita tidak akan menemukan lagi band-band awet populer seperti Slank, Gigi, Netral, Dewa19, Naif di masa depan nantinya. Semuanya hanya akan “easy come, easy go!”

    Tapi kalo ada yang bilang label membuka manajemen artis bakal membunuh pula profesi manajer artis individual/otonom, gue sama sekali nggak setuju. Gue justru nggak melihat kalau manajer-manajer artis yang independen itu bakal tergusur atau kehilangan pekerjaan. Ini analisa yang terlalu sembrono. It’s not the end of the world as we know it :) Negara ini punya lebih dari 200 juta penduduk. Yang pengen jadi artis, bikin band dan gilpop (gila popularitas) setiap harinya pasti bertambah ribuan. Justru segudang talenta ini menjadi market yang sangat potensial bagi manajer-manajer artis untuk dikelola.

    Manajemen artis yang individual atau berbentuk firma masih akan sangat dibutuhkan dan berperan penting di sini nantinya. Perkembangan teknologi yang gokil belakangan masih menjanjikan masa depan yang cerah buat band-band yang tidak dikontrak major label lokal/internasional a.k.a indie. Hadirnya MySpace, YouTube, Multiply, Friendster, Ning dan perangkat musik digital lainnya sangat memungkinkan untuk mencetak artis besar via jalur alternatif. The Upstairs sendiri udah membuktikan hal ini sebelumnya.

    Apalagi tren terbaru di Amrik dan Inggris sekarang rata-rata artis bernama besar malas memperpanjang kontrak rekaman mereka dan memilih hengkang dari major label. Prince, Madonna, Radiohead, NIN adalah para pelopor ”gerakan kembali ke indie” ini. Mereka justru mempercayakan manajemen artis mereka yang independen untuk berfungsi pula sebagai “label rekaman”. Cepat atau lambat gue pikir band-band besar di Indonesia akan mengambil langkah yang sama nantinya. Slank, Naif dan Netral malah sudah membuktikannya….. dan mereka cukup berhasil! Salute!

    Masih adakah jalan lain? Ada banget! Di dalam negeri sendiri sudah ada yang mempelopori ”penggratisan musik.” Album rekaman kini telah berubah fungsi menjadi sebuah ”marketing tool” untuk menjaring job manggung. Mungkin inilah masa dimana musisi tidak lagi memikirkan royalti rekaman! Bisa jadi kalau teknologi kloning nanti sudah semakin sempurna maka ini berarti ancaman besar! :)

    Koil menjadi pionir dengan menjalin kerjasama dengan majalah musik untuk mendistribusikan album terbarunya (Blacklight Shines On) secara gratis. Selain itu mereka juga memberi akses download album gratis via website/mailing list musik. Ide Koil ini memang tergolong baru walau sebenarnya tidak original juga. Prince bulan Juni lalu lebih dulu mengedarkan 3 juta keping album terbarunya secara gratis via Tabloid Sun di Inggris.

    Memang perlu dipelajari lebih lanjut lagi apakah strategi ”penggratisan musik” ini nantinya bakal merugikan atau malah menguntungkan. Yang pasti band-band baru tidak akan memiliki ”keistimewaan” seperti Koil jika mau mengambil strategi serupa.

    Yang menarik lagi, sempat ada pertanyaan di bawah ini yang datang ke saya ketika jadi pembicara di sebuah seminar musik di kampus UI beberapa waktu lalu:

    Bagaimana dengan marak terjadinya kasus manager-manager artis individual/otonom yang tidak profesional atau bermasalah? Katakan saja menipu artisnya, melakukan penggelapan keuangan, dsb.

    Nah, untuk point di atas sebenernya gue jamin nggak akan terjadi lagi kalau di dalam manajemen artis kita sudah DITERTIBKAN secara organisasi dan administrasinya. Mari kita lihat apakah kita sudah memiliki kontrak tertulis antara manajemen dengan artis yang mengatur kerjasama profesional ini? Apakah peran, hak & kewajiban masing-masing pihak sudah di jabarkan secara rinci? Pemisahan fungsi manajemen sudah diberlakukan? Apakah antar personel band kita sudah memiliki kontrak internal pula? Kalo semua konsolidasi internal ini beres gue jamin masalah-masalah di atas nggak bakal terulang lagi di masa depan.

    Oke, sementara begitu aja pandangan gue tentang isyu ini. Memang tulisan ini nggak akan mengubah strategi major label untuk tidak membuka divisi manajemen artis di dalam perusahaan mereka, toh semuanya jadi keputusan bisnis mereka juga. It’s their damn business afterall :) Lagipula masih ada juga major label yang tidak memberlakukan strategi dagang ini (paling tidak sementara ini), misalnya seperti Aquarius Musikindo, Universal Music Indonesia.

    Yah, minimal kita bisa mencegah regenerasi kebodohan dan berlanjutnya proses pembodohan seperti ini sekarang juga.

    Gue sangat berterimakasih kalo ada teman-teman yang mau memforward atau menyebarluaskan tulisan ini agar dibaca lebih banyak artis-artis baru yang berniat mempertaruhkan masa depan dan karir mereka sebagai musisi. Jangan biarkan mereka dirampok!

    Hope we could make real changes together.

    For better, not worst….

    Vive le rawk!

    ** Ikuti diskusi mengenai topik ini di halaman berikut.

     
    • DANU 1:31 pm on August 30, 2008 Permalink

      setuju……. gw jd taakut bro…. coz gw ru kontrak ma band gw dgn slh satu majorlabel… dgn sistem ky yg lo prediksi…. hrs gmn yup?

    • monmon 4:35 am on October 25, 2008 Permalink

      thanks bro….
      aku suka ini tulisan…
      skrng bandku lg giat bikin demo…
      tp jd takut jg nih..[^_^]

    • Amanda 2:24 am on August 19, 2009 Permalink

      Thx, bro! Tulisan lo ini bnr” b’manfaat utk gw coz gw skrg lg berencana utk nawarin dem rekaman gw k major label. Tp stlh baca tulisan ini gw jd takut sm karier menyanyi gw d masa dpn (klo demo gw ditrima & gw bs rekaman). Ksi tips cara milih label yg baik donk. Thx!

  • blauloretta 1:31 pm on November 21, 2007 Permalink | Reply
    Tags:   

    Hang The Middlemen* 

    Hang The Middleman

     
    • kimun666 9:30 am on February 7, 2009 Permalink

      hail, hail!!!!

  • blauloretta 10:00 am on November 20, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Workshop Capo di Common Room 

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Gilang Anom M. Manik (9 tahun), sedang memodifikasi Capo sambil ditemani oleh teman-teman dari AEWORX. Pada hari Minggu tanggal 18 November 2007, tim desain AEWORX dari NLS menyelenggarakan workshop Capo yang diikuti oleh kurang lebih 14 orang peserta di Common Room. Workshop dimulai sejak jam 11 siang dan berakhir pada pukul 18.00 sore. Meskipun ada beberapa peserta yang terlambat datang, secara keseluruhan workshop berjalan secara menyenangkan.

    Acara diawali dengan presentasi dari tim AEWORX dan beberapa peserta pameran Capo semisal Radi Arwinda, Dewi Aditya, Marina Tasya, Ryoichi Adiwaluyo, Cindaga, dsb. Masing-masing peserta pameran saling berbagi pengalaman dan informasi mengenai teknik memodifikasi Capo sambil berbincang secara langsung dengan para peserta workshop. Setelah selesai melakukan sesi tanya jawab, para peserta workshop kemudian mulai merancang Capo sesuai dengan keinginan dan minat mereka masing-masing. Selanjutnya para peserta workshop mulai memodifikasi Capo sambil dipandu oleh teman-teman dari AEWORX.

    Beberapa peserta yang terlibat di dalam kegiatan ini antara lain adalah Andi, Gilang, Gorky, Lucy, Dika, Evan D., Atinna, Yudi, Aditya, Kadek, Deri, Asep Wahyu, Fuad dan Rami. Rencananya karya-karya hasil workshop ini akan ikut dipamerkan dalam seri pameran Capo selanjutnya. Terimakasih untuk teman-teman yang telah terlibat dan ikut membantu pelaksanaan kegiatan ini. Foto-foto suasana workshop bisa dilihat di capotoys.multiply.com.

     
  • blauloretta 12:41 pm on November 12, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    Review Launching Buku My Self: Scumbag Beyond Life and Death by Kimung (Minorbooks, 2007) 

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Akhirnya buku My Self: Scumbag Beyond Life and Death dirilis! Peristiwa penting ini disaksikan oleh para kerabat dekat Ivan Scumbag, gerombolan Ujungberung Rebels/ Homelesss Crew dan para Begundal Burgerkill di Common Room pada tanggal 11 November 2007. Setelah bekerja keras selama kurang lebih satu setengah tahun, Kimung berhasil menyelesaikan buku yang menceritakan kisah hidup Ivan sahabatnya. Sama-sama besar di jalanan Ujungberung, duet maut Kimung-Ivan selama ini dikenal sebagai pendiri yang ikut membesarkan Burgerkill, sebuah band cadas legendaris dari Ujungberung. Kolaborasi mereka berdua sempat terhenti ketika Kimung keluar dari Burgerkill pada tahun 2000.

    Persahabatan mereka terus berjalan seiring dengan waktu. Kedua sahabat ini menjalankan hidup mereka bersama-sama sampai akhirnya Ivan meninggal dunia karena sakit parah. Dikelilingi oleh para sahabat dekatnya, Ivan meninggalkan Kimung dan kawanan Ujungberung Rebels/ Homelesss Crew, termasuk kelompok musik Burgerkill pada pertengahan tahun 2006. Melalui buku yang ditulis Kimung, kisah hidup Ivan dicurahkan ke dalam kisah yang begitu intim. Kisah yang begitu dekat dengan keseharian kita. Terutama bagi mereka yang lahir dan besar di pinggiran kota besar, khususnya Ujungberung – Bandung. Ada banyak kisah yang begitu lugu dan jujur, diantara banyak tekanan, konflik dan kegembiraan yang berujung pada kegetiran hidup seorang Ivan.

    Dipandu oleh Une sebagai MC, acara peluncuran buku dihadiri oleh ratusan sahabat dekat Kimung dan Ivan. Selain para personil Burgerkill, terlihat para Begundal dan gerombolan Ujungberung Rebels/ Homelesss Crew. Dalam acara tersebut, secara bergantian Kimung, Ojel dan Papap menjelaskan secara panjang lebar proses penulisan buku, mulai dari proses penelitian, penulisan, penyuntingan sampai dengan cetak. Beberapa rekan Ivan dari Ujungberung ikut berbagi cerita mengenai Ivan. Beberapa diantaranya adalah Adi Gembel (Forgotten), para personil Burgerkill, Dadan Ketu, Irvine, Jimbo, dll. Diantara jeda acara, Burgerkill membawakan lagu Tiga Titik Hitam dan Angkuh dalam format akustik. Sore itu semua terasa hampir sempurna. Sayang Ivan sudah tidak ada.

    ** Berita terkait bisa dibaca di lembar Kampus Pikiran Rakyat. Foto dokumentasi kegiatan bisa dilihat di deniborin.multiply.com dan Heterologia. Review terbaru bisa dibaca di http://www.deathrockstar.info.

     
    • DANaarrrr 1:11 pm on November 12, 2007 Permalink

      aNjiiNNkkkk Siahh Krennn BgT KmareNnnn ,,, Bner2 Bru Pertam kalEe Gw Liat BurgerKill akustikaN biasaNya Life performNya..
      Common room Bkin acRaaa Paan Lg MakLuN Gw nax Bru d BdG ,, asal dr solo IktUtan Milis gmana??? ada GaK???

    • Gustaff 10:27 am on November 13, 2007 Permalink

      Hallo Danar. Terimakasih ya udah dateng ke acaranya. Kita belom punya milis, tapi rencananya bakal kita bikin dalam waktu dekat. Nanti kalo udah ada kita kasih tau. Acara yang paling deket kayaknya workshop bikin Capo bareng. Rencananya kita mau bikin hari Minggu, tanggal 18 November. Jam 11 siang sampe jam 5 sore.

      Salam,
      -Gustaff

    • juliuz 9:07 pm on November 14, 2007 Permalink

      Salut bwt Kimung..Salut bwt Om Gustaff..Salut bwt Homeless Crew..

    • miLa 11:28 am on November 30, 2007 Permalink

      haLo kimung..
      anjinkk…
      saLut bwat Kimung yang udah ngeberesin buku
      “My Self SCUMBAG”

      maJu teruslah bwat BK
      moga aja selalu Jaya!!!!!!!

    • dean_lunathic 3:08 am on December 5, 2007 Permalink

      kimung,,,,salut euy…urang hayang ceurik maca buku na…….menyentuh pisan…loba inspirasi jang otak urang…

      nuhun pisan…terus berkarya di jalur cadazz mung…..

      BK ulah bubar….maju terus,,,terus kaluarkeun album…hahahaha………..

    • kimung 2:20 pm on December 13, 2007 Permalink

      hatur nuhun ka sadayana!!!

      jangan lupa terus pantau http://www.commonroom.info untuk informasi bedah buku, rencananya tgl 18-01-08 (tanggal kiu-kiu ceuk si eben mah!), roadshow myself : scumbag beyond life and death jakarta-yogyakarta-malang-denpasar, dan acara2 keren kerjasama minorbooks-ujungberung rebels-commonroom!!!cheers!

      hajar terus jalanan!!!

    • qyw 4:27 am on December 16, 2007 Permalink

      edann la!
      buku ny kerenn.
      pas launchinggny juga edan.
      kpan lgii ngeliatt bk akustikan.
      kpan lgi dudukj d blakangny adi copet.
      kpan lgi duduk blakangnya themfuck.
      hahahaha!!!

      two thumbs up!!

    • kimung 8:48 am on December 18, 2007 Permalink

      ehhhh si princess hehehehe…

      pantau terus http://www.commonroom.info dan http://multiply.kimun666.com untuk info buku-buku yang akan membakar 2008!!!

    • kimung 8:52 am on December 18, 2007 Permalink

      weh salah!!! nu bener http://kimun666.multiply.com hehehehe..harap dimakleum…

      kangge commonroom sareng sadaya nu lebet ka box itu, sim kuring katut rengrengan minor books seja ngahaturkeun “Wilujeng Pabaru Sunda” kartika 1944 Cak Sunda! mugi urang sararea salawasna aya dina rohmat Gusti…amiin!

    • kimung 9:28 am on December 18, 2007 Permalink

      Sim kuring katut rengrengan minorbacaankecil katut minor books seja ngahaturkeun “Wilujeng Pabaru Sunda” kartika 1944 Caka Sunda! mugi urang sararea salawasna aya dina rohmat Gusti…amiin!

    • viki 9:22 am on January 5, 2008 Permalink

      buku My Self Scumbag???

      PAP(Pol Anjing Pol) banjir air mata dimana-mana.

      sory eui comment na telat…

      mung maju terus buku berikutna,, sayah siap danus lagih. demi mimpi alm.ivan dan tentunya setiap metalhead, demi apa yang kita percaya..

    • Robin 5:04 pm on January 13, 2008 Permalink

      Ieu Robin. Hade mung. Urang fans berat si Scumbag. Mun ncan aya, buku ieu ku urang di pangjieunkeun websitena. Domain, hosting dsb dibayarkeun ku urang, maneh nggeus tinggal ngeusi materi. Mun daek, contact urang a.s.a.p. Nuhun.

    • idonk 1:38 pm on April 19, 2008 Permalink

      hell yeah bRoda’

      kEep r0ck’iN dUde….

      bE mA g0d dAme fUckiN9 sOuL 4 eve’…

    • aje_ade 2:33 pm on June 3, 2008 Permalink

      kanggo pak kims..aysmers.sayank,dulu tdk mlibatkan diri dalam proses produksi buku ieu…mun hanteu ngiring bingah pisan oge
      tapi, anjing kita semua…

    • Ivan guevara 2:08 pm on July 30, 2008 Permalink

      Saluuuutee…
      Meski aku belum baca buku ini,namun Buku ini cocok untuk didedikasikan bagi gerakan kaum bawah tanah yang kehabisan gagasan dan kekeringan imajinasi. Jangan cuma bergerak di atas panggung aja, tp tunjukkan kalau kita anak muda yang mampu berekspresi dalam berkarya. Ayo…kawan-kawan jangan pernah ragu dalam mengambil sikap dan keyakina..tetap bergerak! Mung…mana bukunya????

    • Ryan 4:02 pm on July 30, 2008 Permalink

      Dua jempol dah bwt KimunK
      …atas kerja kerasnya…
      Usahanya…..
      Gw yakin Scumbag Bangga ma loe mUnk….

      Keep Rockin Bwt KimunK
      Sukses bwt Be…ka…..
      aaaaaaaaagggggggghhhhhhhh…….

    • kimung 7:52 am on August 11, 2008 Permalink

      hatur nuhun ka sadayana!

      tunggu desember 2008, buku “Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels”, buku kedua setelah “Myself : Scumbag…” dalam rangkaian trilogi buku bawahtanah Bandung.

      y’all rule!
      hellyeah!

    • baox of sorrow 1:23 am on September 8, 2008 Permalink

      desember sakeudeung deui eung ..
      teu sabar aing hayang ngajalajah tentang bawah tanah
      engke mah foto na cig rea pisan jeung berwarna

    • baox of sorrow 1:26 am on September 8, 2008 Permalink

      eh. poho hiji deui.
      bwat kang kimung telah rela berkorban tuk memajukan komunitas bawah tanah di bandung

      .nuhun.

      terus lah ber karya kimung

    • kimun666 6:34 am on September 10, 2008 Permalink

      nuhun ox!

      dijabanan ku sim kuring tah!

      desember dagoan Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels! kuring keur turun deui ka jalan wawancara 150 nara sumber. kaleum, rencanana aya sekitar 50 gambar warna dan 100an hitam putih di jero eusi, kabehna 700 halaman.
      wani teu?

      edanin yuuuuuu…!

    • Ganjar 2:21 pm on October 5, 2008 Permalink

      Kimun666 Aku siap membantu dan di bantu

      Ajebbbbbb pokonamah

    • hana 9:47 pm on January 16, 2009 Permalink

      hai mas kimung..! pa kabar..?
      aku mau tanya, kapan sekuel buku my self scumbag rilis..?soalnya kemarin pas buku pertama aku kehabisan mas, trus untuk ngedapetin buku itu, aku sama temanku, dari jogja berangkat ke bandung, langsung datang ke common room..nah pas nyampe, ternyata bukunya tinggal dua juga..pas banget..untung mas..itu buku terakhir.. tolong dibales ya mas..soalnya aku rencana mo ke bandung lagi..pengen main ke common room, sekalian nyari sekuel buku mas kimung..

    • hana HC(Homeless Crew) 9:56 pm on January 16, 2009 Permalink

      mas aku minta bocoran event yang mau diadain sama komunitas ujungberung,commonroom,atau mas kimung sendirilah…okeh…!makasih…

    • hana HC(Homeless Crew) 10:04 pm on January 16, 2009 Permalink

      mas kapan sekuel my self scumbag riis..?
      soalnya dulu aku hampir kehabisan mas…
      kebetulan di jogja udah abis..
      trus aku sama temenku, dari jogja berangkat ke bandung,langsung menuju commonroom, buat ngedapetin buku ini..eh untung di common room masih ada,tinggal dua buah buku aja,dan itu stok terakhir..nggak sia-sia aku jauh-jauh ke bandung buat nyari buku ini…akhirnya dapat juga.. tolong dibales ya mas kimung.. trima kasih…

    • kimun666 12:46 am on January 31, 2009 Permalink

      hi hana!
      sekuel scumbag judulnya Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels. rencananya rilis desember 2008, tp karena begitu banyak yg hrs dikerjakan jadi tertunda. sekarang masih dlm proses penulisan. semoga juni bisa rilis. ntar pasti dikabari. pantau aja terus website commonroom, atau kamu juga bisa pantau facebook dan friendster sy. juga cek http://www.bandungoralhistory.org dan http://www.ujungberung.com

      acara2 yg sy dkk adain paling diposting di web2 di atas.

      oks, TQ hana! kalo ke bandung, kabari aku ya!

    • ferdy syahwara 6:50 am on February 6, 2009 Permalink

      mas kpn sekuel mylelf scumbag d”rilissss….
      ferdy.s HRDCORE-METAL

  • blauloretta 8:03 am on November 11, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    Book Launching | My Self: Scumbag, Beyond Life and Death by Kimung | Minor Books, 2007 

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    kukencani malaikat maut
    dalam penjara batin

    biar kupendam semua benci
    dan dendam

    hilang identitas diri tanpa disadari
    terasing dalam kumpulanku
    terhanyutku dalam lamunan

    basa-basi
    bahasa jadi basi

    tak pernah kusangka
    luka semakin menganga

    cengkram mulut dan asaku
    tanpa harapanku

    beri aku
    ruang gerak

    Ivan Scumbag, 2000

    Ivan, Scumbag Begundal Hardcore Ugal-ugalan adalah pionir generasi pendobrak Ujungberung Rebels. Bersama bandnya Burgerkill, ia membuat terobosan besar yang semakin mengangkat dinamika musik independen ke tataran yang lebih tinggi dan fenomenal. Yang kemudian menjadi sangat personal, dengan segala pencapaiannya, Ivan tak lantas berubah menjadi sosok lain. Ia tetap dengan segala kerendahan hatinya, membumi bersama mereka yang mengusungnya.

    Buku ini mengisahkan Ivan dengan segala kompleksitasnya. Kisah hidupnya, Ivan sang musisi, rockstar, cita-cita, harapan dan kekecewaan, totalitas bermusik yang lalu mengantarnya menjadi besar, semakin besar, semakin besar, bahkan lebih besar dari hidupnya, serta segala ironi yang mengintip dengan kejam di balik kebesaran itu, mencuri jiwanya diam-diam…

    (Review oleh boit.multiply.com)

    Book Launching

    Minggu, 11 November 2007
    Pukul 15.00 – 18.00 WIB
    At Commonroom,
    Jl. Kyai Gede Utama No.8
    Bandung
    West Java – Indonesia

    Acara peluncuran buku akan diisi dengan pemutaran film dokumenter, pameran kecil yang menampilkan beberapa karya Ivan Scumbag, diskusi bersama kawan-kawan dekan Ivan dan pertunjukan musik akustik oleh Burgerkill. Informasi lebih rinci silahkan hubungi Mbak Nunung di +62.22.70800620.

     
    • vandals 3:27 am on December 10, 2008 Permalink

      wah…..q malah baru tau skrng yah….ktnggalan berita ikh…..
      q kagum ma musik2 burger kill terutama ama syair2 bang ivan scumbag…..pengen tanya nie, buku BEYOND LIFE AND DEATH dijual umum apa hanya untuk kalangan terbatas saja??????????? tebal bukunya?????? q pngen beli nie>>>>>>>>……….

  • blauloretta 6:49 am on November 10, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , , ,   

    Capo Days Out! 

    Capo Exhibition at Common Room

    Setelah menjalani proses selama kurang lebih satu tahun, akhirnya tim desainer AEWORX dari NoLabelStuff merilis Capo, sebuah custom toy yang secara khusus diciptakan untuk memicu para seniman dan desainer lokal untuk berkarya di bidang desain karakter untuk boneka. Dalam perkembangan industri mainan, custom toy memiliki tempat tersendiri diantara para penggemar boneka karena bentuknya yang unik dan langka. Tidak heran kalau di beberapa negara, custom toy biasanya berharga mahal dan diburu oleh para kolektor mainan.

    Akhir-akhir ini minat untuk mengembangkan custom toy di Indonesia semakin marak seiring dengan berkembangnya industri custom toy di Jepang dan Hong Kong. Beberapa seniman dan desainer lokal kini mulai melebarkan sayapnya untuk merancang custom toy, sehingga mendorong lahirnya karakter boneka lokal yang berpotensi menjadi pesaing karakter boneka bikinan industri raksasa. Hal ini misalnya tercermin dari beraneka ragam desain karakter Capo yang dipamerkan di Common Room sejak tanggal 2 s/d 16 November 2007.

    Di tangan sekitar 50 seniman dan desainer yang berasal dari Jakarta, Bandung dan Yogyakarta, boneka Capo menjelma menjadi aneka ragam mahluk ajaib yang mewakili karakter pembuatnya. Radi Arwinda misalnya. Ia merombak boneka Capo menjadi Radi Ngepet yang merupakan personifikasi dirinya ketika menjelma menjadi babi ngepet. Lain lagi dengan DXXXT yang mendesain Capo bergaya hip-hop lengkap dengan kalung emas asli. Sementara itu Eli Effendi menggarap Capo menjadi Eli, karakter rekaan yang ia rancang selama beberapa waktu terakhir. Selain sebagai personifikasi identitas, beberapa peserta juga ada yang memanfaatkan Capo sebagai wahana untuk bermain dengan imajinasi dan mengekspresikan kritik sosial mereka.

    Sukses untuk tim desainer AEWORX dari NoLabelStuff. Mudah-mudahan pameran ini bisa memicu perkembangan custom toy di Indonesia. Terkait dengan kegiatan pameran Capo di Common Room, rencananya pada tanggal 18 November 2007 akan diselenggarakan workshop custom toy yang akan dipandu oleh beberapa peserta pameran. Untuk informasi mengenai workshop, silahkan hubungi Mbak Nunung di 022-70800620. Artikel yang terkait dengan pameran Capo dapat dibaca di halaman Kampus Pikiran Rakyat. Foto dokumentasi pembukaan pameran dapat dilihat di Heterologia. Informasi lebih jauh mengenai custom toy bisa diakses di Custom Toy Lab.

     
    • byg 5:49 pm on December 1, 2007 Permalink

      wah taf eui. pas ningali pertama, langsung cek di google capo teh naon. kalakah manggih definisi lain. ternyata maenan. asik taf. urang lain pecinta mainan, tapi customize karakter menarik pisan. mung aya pengajaran tentang ieu deui pang emailkeun euy. nuhun.

    • blauloretta 11:25 am on December 3, 2007 Permalink

      Hahahah…si Buyungmah meuni kudu neangan di Google sagala…urang rada sering euy nyieun kegiatan workshop di Common Room. Ke lamun nyieun deui ku urang dibejaan. Email maneh naon euy…

  • blauloretta 1:54 pm on November 7, 2007 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Flash Package by Colorburst (polaroid, 2007) 

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Flash Package
    by Colorburst
    Polaroid (600/DE)
    2007

     
    • kimung 3:52 pm on December 13, 2007 Permalink

      alus euy polariod! bangkitkan lagi fotografi polaroid!!!

  • blauloretta 11:28 am on November 6, 2007 Permalink | Reply
    Tags: , , ,   

    Common Room Fun Education Program 2007: Robot Goes to School 

    Common Room Fun Education Program 2007: Robot Goes to School

    Pada tanggal 29 September s/d 1 November 2007, Common Room bekerjasama dengan Divisi Robotika Unikom melakukan kunjungan ke beberapa SMA di kota Bandung. Program ini berkaitan dengan kegiatan Common Room Fun Education Program 2007: Robot Goes to School. Khusus untuk program kali ini, diperkenalkan aplikasi dan perkembangan teknologi robotika yang menampilkan beberapa robot cerdas karya mahasiswa Unikom. Sebagai informasi, Divisi Robotika Unikom selama 2 tahun terakhir telah meraih gelar juara Kompetisi Robot Cerdas Indonesia (KRCI).

    Beberapa SMA yang dikunjungi dalam kegiatan ini adalah SMAN 2, SMAN 5 dan SMAN 24 Bandung. Selama beberapa hari, dipandu oleh Yusrila Kerlooza (Koordinator Divisi Robotika Unikom sekaligus pendiri Club Robot Bandung), para mahasiswa yang tergabung dalam Divisi Robotika Unikom mempresentasikan berbagai informasi dan pengetahuan yang terkait dengan perkembangan dan aplikasi teknologi robot cerdas. Dalam presentasinya, dijelaskan bagaimana teknologi robot cerdas sangat berguna untuk menggantikan tugas-tugas yang tidak dapat dilakukan oleh manusia. Para siswa SMA yang berkesempatan menyaksikan sesi presentasi dan tanya jawab mengikuti kegiatan dengan antusias.

    Dalam kegiatan ini, Divisi Robotika Unikom menampilkan karya robot cerads berkaki (Tarantula 116) dan beroda (DU 114). Keduanya dilengkapi dengan mekanika elektronik dan teknologi sensor yang dipergunakan untuk melacak titik api. Dalam sesi tanya jawab, beberapa siswa SMA melontarkan beberapa pertanyaan yang terkait dengan aplikasi dan program yang dikembangkan untuk membangun teknologi robot cerdas. Kegiatan pengenalan teknologi robot ini telah dirancang sejak tahun lalu, namun baru dapat direalisasikan tahun ini. Ke depan, kegiatan Common Room Fun Education Program akan dijadikan kegiatan rutin sebagai wahana penyebaran ilmu pengetahuan dan informasi di bidang teknologi dan media baru. Berita terkait ada di halaman ini. Foto dokumentasi kegiatan bisa dilihat di Heterologia.

     
  • blauloretta 2:06 pm on November 1, 2007 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Capo Exhibition | Common Room | 2 – 16 November 2007 

    CAPO

    CAPO
    Capo adalah sebuah designer toy lokal yang dikembangkan oleh AEWORX, yaitu tim kreatif untuk salah satu street brand dari Bandung NOLABELSTUFF / NLS sebagai pemicu seniman dan desainer lokal untuk melebarkan kreatifitas mereka ke tingkatan baru dunia grafis.

    Nama Capo diambil dari bahasa Spanyol yang berarti hood / tudung / capuchon. Hal itu disesuaikan dengan bentuk kepala Capo yang menyerupai sosok manusia yang mengenakan tudung kepala. Dan bentuk tudung itulah yang dijadikan identitas utama karakter mainan tersebut.

    Figur Capo diciptakan berdasarkan visi dari para desainer AEWORX mengenai bagaimana seharusnya sosok karakter mainan dengan identitas yang cukup kuat, namun masih dapat membawa identitas artist lain sehingga perpaduan kedua identitas tersebut menciptakan nilai baru tersendiri.

    Peserta
    Achmad Krisgatha / Transit Spacelab / BDG | Aldy / Tagteam-FAB / BDG | Ant / 70’s OC-Celtic / BDG | Antya Purna Duhita / Nanonine-Ennea / JKT | Arob / Madmax Custom / BDG | Ayudila / Airplane / BDG | Cindaga / Aeworx / BDG | Coldlay / Airplane / BDG | Dady / Aeworx / BDG | Dewi Aditya / Happy Syrup / BDG | Dixxxie / Designerd-Invictus / BDG | DxxxT / BDG | Edo / Designerd-Invictus / BDG | Egga / Celtic / BDG | Encyclo Graphix Division (RSCH) / BDG | Erwin Cherawan / BDG | Evildo of MODE4 / Tembok Bomber / BDG | Gustaff H. Iskandar / Common Room / BDG | Hendra HeHe / YK | Ich. / Unkl347 / BDG | Ihsan Khairul / Kiddy / BDG | Indra Ameng / Ruang Rupa / JKT | Indram / Mocca / BDG | Iwan Effendi / YK | Jennifer Tristamara / BDG | Krisna Widiathama / YK | M. Reggie Aquara / Buton Kultur 21 / BDG| Marina Tasya / BDG| Marishka / Monik / JKT | Mike448 feat. Freeflow / BDG | Okky Magrisya / Melt / BDG| Once Gabbana / Aeworx / BDG | Pope / Bapetz-FAB / BDG | Qjhinx / Buton Kultur 21 / BDG | Radi Arwinda / Buton Kultur 21 / BDG | Reni Yuliani / BDG | Rerens / Artignore Designore-Satcas / JKT | Retrogrades / BDG | Ryoichi Adiwaluyo / Aeworx / BDG | Saleh / Ruang Rupa / JKT | Santi / Oink! The Piggest Co. / BDG | Sir Dandy / Celtic / JKT | Terra Bajraghosa / CV. Robotgoblok / YK | Unkle D / Unkl347 / BDG | Uncle Joy / BDG | Wormo / Tembok Bomber / JKT | WSA / Aeworx / BDG | Yaya’ / Image Nation / BDG | Yorge Flavio / Happy Syrup / BDG | Yusmario Farabi / Ruang Rupa / JKT

    Informasi:
    Mbak Nunung, +62.22.70800620

     
    • Teddy 1:40 am on November 7, 2007 Permalink

      Guys, gw baru tau soal Capo…itu dari vinyl atau resin?

    • blauloretta 3:49 am on November 7, 2007 Permalink

      Capo dibikin dari resin…rencananya kita mau bikin wokshop customizing Capo tanggal 18 November. Ikutan aja…

    • bowosuhardjo 4:01 am on November 7, 2007 Permalink

      bisa dibeli kah?
      apakah nantinya akan ada juga di ruang rupa/

      salam-bowosuhardjo
      bowosuhardjo@yahoo.com
      +62817010bowo
      +6281610bowo
      (bowo=2696)

    • blauloretta 1:37 pm on November 7, 2007 Permalink

      Kalo mau beli bisa beli Capo yang polos. Harganya Rp. 50.000,-. Abis itu kamu bisa bikin Capo custom sendiri. Kalo Capo yang udah jadi belum tentu dijual kayaknya. Coba ntar gua tanyain.

    • grasso 7:58 pm on November 10, 2007 Permalink

      bro mo nanya kalo mo beli capo lewat online bisa ga?
      kl bisa mesti gmn caranya?
      tq ya..
      sukses buat capo nya…
      maju trus urban toys indonesia

    • Gustaff 2:24 pm on November 11, 2007 Permalink

      Sekarang belum bisa beli via online euy. Tapi tenang. Lagi disiapin biar bisa mail order. Ntar kalo udah bisa kita kasih tau. Kalo nggak maen aja ke Bandung. Beli di sini sambil maen.

    • erixyeoung 12:16 pm on February 1, 2008 Permalink

      Wahhh!!!!
      ini bru kereeeen….
      Urban toys asli Indonesia, tertarik bgt neh gw bos…. ho ho ho…

      CAPO.kereeennn…
      btw gw mau masarin ne di jak gmana bro..
      gw mau bikin OL store di kota gw,tar gw minta stok na,kerjasama la broo…^^

      Biar Urban toys indo bs maju….^^
      kontak ya bro erix_man@yahoo.com

    • mumu 3:39 am on May 22, 2008 Permalink

      kalo di jkt bisa beli dimana ya..
      second exhibition dong..hehe

    • surya 5:37 am on November 14, 2008 Permalink

      mau donk!!!
      ga bisa pesen Online yach???

    • rzzart 11:13 am on June 26, 2009 Permalink

      Bro…klo gw pesan dari luar kota gmn?….

c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel