Seni Bandung Masa Kini 2006

***Pameran akan berlangsung mulai tanggal: 10 s/d 30 September 2006
Tempat: Common Room/TOBUCIL, Jl. Kyai Gede Utama No. 8, Bandung
Jam buka: 10.00 pagi s/d 4 sore

Pameran Seni Bandung Masa Kini 2006 menampilkan beberapa karya para seniman dan ilmuwan Bandung dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, selain juga menampilkan karya-karya dari para seniman manca negara. Selain memamerkan seri karya boneka Barbie milik Tiarma Sirait, pameran ini juga menampilkan beberapa karya gambar, seni lukis, benda-benda, fotografi, video, cetak digital dan robot cerdas yang secara sepintas akan menampilkan kecenderungan perkembangan praktik seni terkini di kota Bandung, maupun beberapa tempat di belahan dunia yang lain. Selain itu, pameran ini juga menampilkan karya robot dari Kelompok Studi Robot Cerdas -UNIKOM, juga karya origami dan kerajinan yang merupakan buah tangan dari aktifitas Klab Origami dan Klab Hobi di Common Room.

Karya-karya yang ditampilkan merupakan karya pilihan yang sedikit banyak merefleksikan aura nostalgia, sekaligus mimpi absurd mengenai masa depan. Beberapa dari karya yang ada juga mencerminkan berbagai pandangan mengenai persoalan ruang urban yang tersaturisasi oleh pengaruh globalisasi di bidang politik dan ekonomi, selain juga terpengaruh oleh perkembangan di bidang teknologi dan budaya media. Beberapa seniman Indonesia yang terlibat dalam pameran ini merupakan figur-figur yang selama ini juga dikenal aktif berkarya dan berpameran di luar negeri. Malahan, beberapa diantaranya telah mengganti status kewarganegaraan mereka karena selama ini merasa terancam secara ekonomi dan politik, selain beberapa diantaranya juga tengah dikejar oleh kasus hutang-piutang yang gawat di Indonesia maupun di beberapa negara.

Beberapa seniman eksil yang karyanya ditampilkan di dalam pameran ini antara lain adalah: Tiarma Sirait (Amerika Serikat), R.E. Hartanto (Afrika Selatan), Dewi Aditia (Canada), OQ (Republik Mali), Gustaff H. Iskandar (Zambia), Roumy Handayani Pesona (Tajikistan), Andar Manik (Korea Utara) dan Sir Dandy Original (Pantai Gading). Sementara itu, karya seni video yang ditampilkan dalam pameran ini merupakan karya para seniman yang berasal dari New Zealand, Austria, Denmark, Malaysia, India dan Indonesia. Karya mereka akan diputar secara bergiliran selama pameran berlangsung. Adapun beberapa seniman video yang karyanya ikut ditampilkan adalah: VideoBabes (Indonesia), Cerahati (Indonesia), Muhammad Akbar (Indonesia), Nanna Debois Buhl (Denmark), Tamar Guimares (Denmark), Klaus Ohad Said Auderer (Austria), Nilanjan Bhattacharya (India), Daniel Malone, Sriwhana Spong, Kah Bee Chow, Catherine Garet, Janet Lilo, Stella Brennan, Kirsty Cameron, Nova Paul (New Zealand), Prilla Tania (Indonesia) dan ruangrupa (Indonesia). Selain itu, juga akan diputar kompilasi video `Recurring Spaces’ (dari Displacement Project Bandung- Singapore 2006), yang menampilkan karya dari Banung Grahita; (IKAL) Chairine Stevanny, Fitriani K.D., Annisa S., Fini Kania; Erik M. Pauhrizi; Gembi & Ageng (Pemuda Elektrik); Muhammad Reggie Aquara; OQ Adiredja; Rizaldi Fakhruddin; Tisa Granicia & Budi Adi Nugroho; dan Yusuf Ismail. (gustaff)

* Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai pameran ini silahkan menghubungi Tobucil (+62.22.2503404) / Ibu Nunung (+62.22.7080620) .

** Program penelitian dan pengembangan untuk pelaksanaan pameran ini didukung sepenuhnya oleh Tobucil, Bandung Center for New Media Arts dan Common Room Networks Foundation.

Leave a Reply