Bandung Video Musik Festival

Bandung Video Musik Festival
Soft Lauching 16-17 September 2006
AACC & sekitar kawasan Braga

Prolog
Perkembangan teknologi yang kian cepat berdampak pada perubahan sikap dan perilaku manusia, begitupun pada proses kreatifitas. Dengan kemajuan teknologi tersebut tentunya banyak hal menjadi mudah. Salah satunya adalah pembuatan film. Sebelum era digital menjadi booming, sedikit orang yang bisa menyalurkan proses kreatifitas dengan medium film. Sebab film dulu secara terminology adalah bentuk rekaman audio visual di atas pita seluloid. Biaya yang sangat mahal dalam pembuatan film ini hanya bisa dikonsumsi oleh orang-orang mapan, hingga nyaris orang biasa secara ekonomi nyaris tidak dapat menyalurkan kreatifitasnya.

Kini dengan kemajuan teknologi, masyarakat sungguh beruntung dengan adanya produk digital. Biaya pembuatan film yang awalnya sungguh teramat mahal bisa dibantah karena proses perekaman audio visual tidak hanya sebatas menggunakan pita seluloid. Alhasil banyak para penggiat film dari berbagai kalangan mencoba menyalurkan kreatifitasnya dengan bentuk audio visual. Begitu mudahnya mengoperasikan kamera sehingga kitapun dikagetkan dengan beredarnya rekaman film adegan ranjang para mahasiswa bahkan pelajar.

Kita tengok kembali perkembangan film di akhir tahun 80-an dimana Indonesia mengalami kelesuan di bidang film. Di tengah-tengah kelesuan industri film – ditambah dengan kemajuan teknologi yang membuat semakin murahnya untuk berkarya – muncullah para pembuat film indie. Mereka menapakkan diri sebagai anak-anak muda yang mempunyai daya kreatifitas yang tinggi dann semangat untuk berkarya. Dari semangat film indie inilah banyak karya anak bangsa Indonesia yang memenangkan ajang festival film di luar negeri.

Atas kondisi inilah yang menjadi semangat Forum Dokumentasi Budaya Jawa Barat untuk terus turut memfasilitasi para penggiat film di jalur independent salah satunya dengan coba menggelar Bandung Video Musik Festival. Hal ini dilakukan karena sangat sedikit ruang ekpresi untuk para penggiat film indie. Adapun ruang-ruang yang ada belum cukup untuk menampung karya-karya para penggiat film.

Bandung Video Musik Festival
Bandung Video Musik Festival merupakan format lain kegiatan dari Festival Film Pendek Bandung yang merupakan acara rutin tahunan. Acara ini adalah kali ketiga diselenggarakan di Bandung. Forum Dokumentasi Budaya sebagai penggagas kegiatan menganggap bahwa festival ini adalah ruang pesta ekspresi dan kreatifitas para film makers.

Berbeda dengan penyelenggaraan Festival Film Pendek sebelumnya dengan asumsi penyelenggaraannya sebagai ajang mempererat hubungan komunikasi para film makers dan membangun image yang dilaksanakan di satu tempat. Maka pada tahun ini akan dicoba pelaksanaan pemutarannya diperluas di berbagai tempat dengan mengajak peran serta komunitas-komunitas dan tempat-tempat yang selalu memutar film seperti Culture Centre Perancis, Common Room, Goete Institute, Cerahati, kampus, dan lain-lain. Dengan penyebaran pemutaran film diharapkan Festival Film Pendek Bandung ini menjadi sebuah Festival yang menjadi brand image dan dimiliki oleh masyarakat Kota Bandung.

Pilihan kompetisi pada jenis video klip karena perkembangannya begitu pesat seiring dengan tumbuhnya dunia musik dan televisi swasta di Indonesia baik nasional maupun di daerah. Tema acara yang diangkat adalah “Metro spiritual dan hetero konseptual”, dengan melibatkan beragam partisipan mulai dari filmakers, dokumentator, kritikus, dan praktisi.

Pelaksanaan Bandung Video Musik Festival dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan awal berupa Soft Lauching tangga 16-17 September 2006 dilaksanakan di Asia Afrika Culture Center (AACC) dan sekitar Kawasan Braga. Kegiatan pembuka ini akan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Bandung Art Festival. Soft Launching tersebut sekalian mengawali Pendaftaran Gelombang I 17-28 September 2006 dengan waktu penanyangan karya 1-28 Oktober 2006. selanjutnya Pendaftaran Gelombang II 16-28 Oktober 2006 dengan waktu penanyangan karya 1-28 November 2006. Tayangan Menuju Final, tanggal 15-20 Desember 2006. Hasil karya film akan ditayangan di IMTV setiap hari jam 15.00-16.00 WIB dan jam 19.00-20.00.

Selain itu untuk lebih memfasilitasi para sineas muda serta mereka yang tertarik menjadi film maker, maka diadakan Workshop Video Maker. Acara ini akan dilaksanakan sekitar bulan Oktober 2006 dengan mendatangi Kampus dan Sekolah SMU yang ada di Bandung. Penanyangan hasil karya peserta workshop akan dilakukan pada bulan November. Acara Bandung Video Musik Festival akan ditutup dengan Malam Penganugrahan yakni pada tanggal 31 Desember 2006 di gedung Asia Afrika Culture Center (AACC).

Maka kontens kali ini adalah, berupaya melahirkan eksplorasi lain yang berbasis pada metro spiritulitas itu, yang kemudian mewujud dalam gagasan estetik dari hetero konspetual. Segalanya menjadi mungkin ketika setiap manusia, khususon para videoklipmaker memang sebagai pemilik syah kebudayaan dunia selain itu juga pelaksanaan Bandung Video Musik Festival ini dapat turut serta mendorong pertumbuhan industri film negeri kita yang kembali menggeliat. Selain bisa mempererat hubungan individu dan komunitas film baik di dalam negeri maupun luar negeri, sebagai ajang tukar pengalaman, saling melihat peluang akan perkembangan dunia film Secara Global.

Persyaratan Peserta:
1. Peserta pembuat video klip adalah :
a. Warga Negara Indonesia.
b. Terbuka untuk umum perorangan/kelompok

2. Penerimaan karya Video klip

Pendaftaran Gelombang I
Tanggal : 17-28 September 2006
Tayangan : 1-28 Oktober 2006, di tayangankan langsung di IMTV setiap hari jam 15.00-16.00 WIB dan jam 19.00-20.00.

Pendaftaran Gelombang II
Tanggal : 16-28 Oktober 2006
Tayangan : 1-28 November 2006, ditayangkan langsung di IMTV setiap hari jam 15.00-16.00 WIB dan jam 19.00-20.00.

3. Pembutan video klip dibuat dengan standar video klip independent, bermutu, mengandung nilai spiritualitas Metropolitan dan dengan pendekatan konsep (isi) yang beragam (Hetero konseptual)

4. Isi Video klip berdurasi minimum 3 menit maximum 5 menit, dicopy 5 buah.

5. Sertakan data karya, seperti judul, lirik lagu, karya, ide, tema, teknis/proses pembuatan, crew, durasi, dan biografi pembuat karya dan atau kelompok musik yang disertakan. Data dibuat dalam bentuk CD/DVD serta hasil print out.

6. Video klip yang disertakan adalah karya asli yang belum dipublikasikan atau diproduksi masal dan tidak sedang disertakan dalam kompetisi lain.

7. Membuat print out cover lagu ukuran A3 sebanyak 2 lembar.

8. Jika terjadi tuntutan dari pihak lain atas keaslian karya, akan menjadi tanggung jawab peserta bersangkutan.

9. Para peserta bersedia dipanggil jika diperlukan.

10. Panitia tidak diperkenankan mengikuti lomba.

11. Karya dikirim ke Galerikita Jl. Marthadinata 209 Bandung Jawa Barat Telp. 022 70846182. Untuk Informasi : Tubagus Adhi (081573710910/02270421510), Pri IMTV (085220308030).

12. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 100.000,- dibayarkan melalui rekening Bank Mandiri an: Tubagus Adhi no rek. 131-00-0479771-0.

13. Hadiah pemenang berupa trophy dari Gubernur Jawa Barat, trophy dari Kadisbudpar JABAR, trophy dari Forum Dokumentasi Budaya Jawa Barat dan Hadiah dari sponsor.

Leave a Reply