Diskusi Da Vinci Code – Dan Brown

Buku yang penuh dengan kontroversi ini memang belum terasa gaungnya di Indonesia. Kebanyakan hanya tahu jika buku ini memang bagus. Memukau nalar dan mengguncang iman. sebuah jargon yang dipasang di sampul buku ini jelas membuat kita penasaran apa sebenarnya yang Dan Brown tulis.
Tidak sedikit umat Kristen di dunia ini meraa tercengang dengan ‘fakta-fakta’ yang ditulis oleh Brown dalam Da Vinci Code. Entah itu cerita ternyata Yesus menikahi Maria Magdalena dan bahkan memiliki keturunan atau cerita tentang biarawan sion, Knights of Templar dan lain lain. Banyak bagian dari buku ini membuat tercengang orang yang membacanya tetapi ada yang menganggap hal ini biasa saja..hanya sebuah buku, hanya sebuah cerita.
Terlepas semua itu, diskusi buku Da Vinci Code yang diadakan Minggu sore kemaren (20/3) membuka sudut pandang baru tentang buku ini. Ada beberapa yang tertarik tentang buku ini karena memang “pengen” tahu tentang kristen itu sendiri, ada yang membaca buku ini karena disuruh temannya, bahkan ada yang membaca buku ini hanya karena tebal.
Tidak sulit untuk mengakui jika anda berpendapat cerita dalam buku ini sangat mengalir dan enak dibaca. Bahkan seperti kisah petualangan mencari sebuah misteri, anda selalu ingin tahu dan ingin cepat selesai membacanya. Belum lagi di dalam buku ini begitu banyak trivia-trivia yang mungkin tidak pernah anda tahu atau peduli sebelumnya. Katakan saja tentang deret fibonacci, kita jadi tahu dasar dari alam ini adalah geometri. Its all about geometry!
Di sini pun anda bisa mengetahui bahwa pengetahuan yang diturunkan dari nenek moyang kita, dari sejak dulu kala selalu menggunakan simbol. Betapa simbol sangat memenuhi kehidupan kita. Ini tidak terlepas dari kebudayaan mesir kuno yang menggunakan hieroglyph sebagai tulisan pertama.
Dan Brown mungkin bisa jadi orang yang memang beruntung, dimana ia mengetahui begitu banyak trivia dan dengan kemampuannya, ia bisa menjalinnya semua ke dalam sebuah cerita yang menarik untuk dibaca dan dinikmati.
Jika memang banyak pihak merasa “terganggu” dengan buku ini, tidakkah kita tidak bisa melihat bahwa ini hanya sebuah other perspective about one thing.. dan itu terserah si penulis ingin menyampaikan apa kepada pembaca..
I disapprove of what you say, but I will defend to death your right to say it -voltaire-

Leave a Reply