Updates from December, 2005 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • koesuma 10:37 am on December 29, 2005 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Raui di Sabtu Sore yang Cerah 

    Foto1:
    Penonton nampak khusyu menyimak puisi yang sedang di bacakan

    Ada yang seru di sabtu sore, 3 desember 2005 lalu. Banyak orang datang ke Common Room untuk menghadiri acara pembacaan Kumpulan Puisi karya Olivia Kristinasinaga, ‘RAIU’. Tak kurang dari Aji The Milo, Ucok Homicide, Barus Godless Symtoms, Adi Gembel Forgotten, Kimung Minor, Neng Ima CCL, Daniel Kremlin, Syarif Klab Klasik dan Josh kawan dari Australi yang didaulat untuk membaca salah satu puisi buncil panggilan akrab olive.

    Foto2:
    Gaya Aji The Milo membacakan salah satu puisinya Olivia

    Sore yang cerah dan para pengunjung tampak menikmati suasana saat itu. Menariknya lagi, wajah baru yang sebelumnya jarang terlihat di aktivitas common room. Dan pembacaan puisinya pun terasa lain, karena dibacakan oleh para musisi dari scene indie pop, hardcore, punk dan hiphop. Sempat ada protes dari pihak yang tak terbiasa dengan pendekatan yang berbeda dari pembacaan puisi yang ada. ‘Kenapa sih pembacaan puisi tapi yang baca musisi?’ tanya yang protes pada salah satu dari kami di common room. Hey, baca puisi adalah hak setiap orang bukan. Ga ada salahnya kan kalo sekali-kali puisi di apresiasi oleh para musisi.

    Foto 3:

    Gaya Ucok Homicide membacakan puisi
    Hasilnya emang lumayan seru, setiap orang punya gaya pembacaan yang beda banget. Ucok Homicide misalnya, gaya dia baca puisi kaya raper. Sementara Neng Ima yang aktris teater itu berpuisi seperti berteater. Sementara Aji, Daniel, Kimung, Josh membacakannya dengan santai. Syarif gegedug klab klasik common room, ikut berpartisipasi dengan mengiringi beberapa pembacaan dengan memainkan beberapa nomor klasik dengan gitar akustik. Para pembaca memilih puisi yang paling mereka suka dan yang menarik mereka sebelumnya ga kenal sama yang namanya Olivia Kristinasinaga yang mereka kenal lebih dulu adalah karya olivia.

    Foto3:
    Syarif dari Klab Klasik sedang beraksi

    Ngomong-ngomong seksi sibuk yang ngontak orang-orang untuk berpartisipasi di acara ini tak lain dan tak bukan adalah lioni dan teman-temannya termasuk ngurusin soundsystem, snack dan ngundang orang-orang. tob lah pokonya!! Acara berakhir menjelang magrib dan ditutup oleh musikalisasi puisi oleh berapa anak fikom unpad yang juga temen-temennya olivia.

    foto-foto kegiatan silahkan liat di album foto
    Thanx a million buat semua pihak yang sudah membantu terselenggarannya acara ini.
    ********
     
  • koesuma 10:37 am on December 29, 2005 Permalink | Reply
    Tags:   

    Pelangi di Hari Hujan 

    yesterday was perfect dear, the weather was a disaster but the event was nice as it’s expected, thanks a lot.

    Itulah sms yang andrea kirim pada saya tentang acara Sharing Pengalaman Menulis Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata di Common Room, Jumat, 9 Desember 2005. Sayang sekali saya tak bisa menghadiri acara ini karena tak di Bandung. Acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan Bentang Pustaka dan dipandu oleh Gangsar Sukrisno dari Bentang. Pengunjung kebanyakan dari mahasiswa Fikom Unisba yang dapat tugas dari dosen untuk mereview kegiatan ini..

    Meski hari hujan dan acara berlangsung tidak terlalu lama, namun para pengunjung menurut teman saya yang mengikuti jalannya acara ini, cukup menikmatinya. Andrea cukup terbuka membagi pengalamannya pada banyak orang itulah kesan salah satu pengunjung juga kemudian saya baca di salah satu milis perbukuan yang saya ikuti. (t)

    Pengen tahu lebih jauh tentang andrea kunjungi:
    andrea hirata multiply
    album foto laskar pelangi

     
  • koesuma 10:34 am on December 29, 2005 Permalink | Reply
    Tags:   

    A Tribute to Madam Chiang merupakan judul yang disepakati sebagai sebuah penghargaan pada Madam Chiang Yu Tie, saat ini hampir mencapai usia 90 tahun, seorang guru yang tak lelah membagi kemampuan unik dalam menulis kaligrafi, melukis & membuat puisi.

    Dalam pameran ini tampil karya seorang Master dan Guru Chinese Painting di Indoneseia karya Ibu Teng Moe Yin, putri Madam Chiang, seorang pelukit yang lebih senang menyebut dirinya pengajar, serta karya studi dua orang murid Ibu Teng Moe Yin: Bintang Manira Manik yang telah menekuni Chinese Painting selama dua tahun dan ibu Retno Hardjoko yang baru satu tahun bergabung.

    Chiang Yu Tie
    Lahir sekitar tahun 1917 di kabupaten Fuyang propinsi Zhejiang, Tiongkok. Berkarya sejak usia sekolah dan mulai berpameran tahun 1942. Tahun 1945 lulus Akademi Seni Lukis Negeri Xinxi, Chongqing. Pada masa awal melukis figur perempuan dengan inspirasi dari novel klasik ‘Impian di Rumah Merah’ atau ‘Hou Lou Meng’, selanjutnya pemandangan dengan flora& fauna menjadi fokus karya-karyanya. Salah satu ciri yang menandai karya-karya Madame Chiang adalah pembubuhan puisi atau epigram pada sisi kiri atau kanan yang sesuai dengan lukisannya. Tahun 1948 bersama suaminya merantau dan menetap di Bandung. Selain berkarya, kemudian memilih bergerak dalam pendidikan informal. Berbagai penghargaan lokal maupun internasional diterimanya, diantaranya tahun 1995 Golden Award untuk lomba seni Lukis dan kaligrafi sejagad ‘Jun-Long Cup’.

    Teng Moe Yin
    Lahir di Bandung 1952. Berguru kepada ibunya dan kemudian belajar melukis pada bapak Barli Sasmitawinata. Memperdalam bakat seni di Art Department of Che Chiang, Cina dan melakukan penelitian seni lukis dinding Dun Huang di Tiongkok. Anggota Persatuan Pelukis Cat Air Indonesia serta mengikuti berbagai pameran di dalam maupun di luar negeri. Puluhan tahun menjadi guru Chinese Painting, salah satu diantaranya di Jendela Ide.

    Retno Hadjoko
    Lahir 62 tahun yang lalu & berprofesi sebagai dokter. Belajar melukis cat minyak pada bapak Barli Sasmitawinata. Sejak 2004 belajar Chinese Painting di Jendela Ide dengan objek favoritnya pemandangan dan bunga. Pameran pertama tahun 2005 dalam event Jendela Oriental.

    Bintang Manira Manik
    Berusia 13 tahun. Sejak kecil mencintai dunia seni rupa, teater dan musik, berawal dari rumah dan kemudian disalurkan di Jendela Ide. Mendapat penghargaan dalam beberapa kompetisi seni lukis sejak usia Taman Kanak-kanak. Berpartisipasi dalam pertunjukan & Pameran sejak 1998. Belajar Chinese Painting sejak tahun 2002 di Jendela Ide pada ibu Teng Moe Yin dengan binatang seabgai objek yang paling disukai. Mengikuti pameran Chinese Painting ‘Jendela Ide Oriental’ tahun 2005. Di samping Chinese Painting, Bintang bermain perkusi dengan jendela Ide Kids Percussion. Saat ini duduk di kelas I SMP Providentia.

    Acara ini terselenggara berkat kerjasama Common Room dan Jendela Ide

    gambar karya Bintang Manira Manik.
    foto-foto pembukaan pameran

     
  • koesuma 10:34 am on December 29, 2005 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Common Room’s English Club 

    English Club in Common RoomReleased for the trial period during December 2005,
    on Wednesday 21st at 5pm. Find the fascinating media for all of you to share your experiences, discussions, books and movie appreciation, all will be well packaged to brush up your English skill freely here. Nothing to worry about, nothing to be ashamed, this club is open for everyone.Join Us here in this trial period!Wait for your participation.Cheers!

    Common Room’s English Club

     
  • koesuma 10:34 am on December 29, 2005 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    Liputan Workshop Jurnalistik di Belia Pikiran Rakyat 

    http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/belia/201205/08aksi.htm


    Workshop Jurnalistik Common Room-HMJ
    Langkah Awal Jadi Jurnalis!

    Suka merhatiin enggak, novel-novel yang dipajang di toko buku waktu Belia jalan-jalan ke sana? Selain banyak banget buku yang ditulis para penulis senior, saat ini juga banyak novel bikinan remaja seumuran Belia yang dipajang di sana. Lengkap banget, deh, dari novel islami sampai teenlit, semua tersedia di sana.

    Makanya, bukan hal yang aneh, kalo kita intip biografi sang penulis, ternyata dia masih sekolah di SMP atau SMA. Bahkan di antaranya, ada juga, lho, yang dijadiin film atau sinetron!
    Redaksi belia juga mengalami hal yang sama, tiap harinya nerima banyak banget tulisan yang dikirim sama Belia, lho. Sampe suka pusying mau milih yang mana, hehehe…. At least, hal itu nunjukin kalo sekarang ini di Indonesia, minat menulis di kalangan remaja meningkat pesat dibanding sebelumnya. Bukan enggak mungkin, lho, dari sekadar iseng coba-coba ngirim artikel, nantinya Belia malah jadi penulis terkenal. Contohnya, Fira Basuki. Penulis novel ini mengawali karier menulisnya dengan iseng-iseng mengirim cerpen ke majalah. Taunya, cerpennya dimuat, sampe akhirnya dia ketagihan buat nulis dan nulis terus sampai sekarang.

    Biar minat menulis ini enggak mati gitu aja, makanya sejak awal mesti dipupuk biar lebih berkembang lagi. Enggak heran, dong, kalo sekarang banyak banget diadain pelatihan atau kelab menulis di Bandung. Salah satunya, digelar Common Room dan Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (HMJ) Fikom Unpad lewat gelaran Workshop Jurnalistik. Workshop yang digelar dari tanggal 17-19 Desember 2005 ini khusus diadain buat anak SMA.

    Di sini, setiap peserta dapet sharing seluk-beluk menulis ala jurnalis, kayak straight news, artikel, dan feature. Namanya juga workshop, tentu lengkap dengan praktika, yang langsung dilakuin saat itu juga. Pembicara yang diundang pun adalah para praktisi yang emang udah berpengalaman di dunia jurnalistik dan berasal dari media cetak ternama di Indonesia.
    Waktu belia nyambangin venue workshop yang diadain di garasi Common Room, Sabtu (17/12), materi yang lagi digelar saat itu adalah soal penulisan artikel. Ngomong-ngomong, pembicaranya Roby Nugraha–salah satu reporter belia–hehehe…. Di sini peserta dapet share secara lengkap soal artikel. Dari mulai apa itu artikel, bentuk artikel, dan tentunya bagaimana menulis artikel yang menarik.

    Setelah materi beres diobrolin, peserta dikasih waktu selama sepuluh menit buat nulis artikel soal majalah dinding. Tiga artikel terbaik dipilih untuk dikomentari dan dibahas. Mungkin karena baru hari pertama, peserta banyak yang masih tegang dan malu-malu, hehehe….
    Sesi selanjutnya, ngebahas soal proses kreatif menulis dan dasar-dasar penulisan oleh Tarlen Handayani–empunya Tobucil. Ngaku, deh, di antara Belia semua pasti sering banget stuck pas udah mau mulai nulis? Padahal di otak, udah banyak banget yang pengen ditulis. Iya, kan?
    Nah, di sini peserta dikasih tahu soal bagaimana menuangkan ide sampai terbentuk menjadi tulisan, langkah-langkah yang bisa dilakuin kalo udah mulai stuck nulis juga dibeberin secara lengkap.

    Setelah pembicara ngasih semua materi, sekarang giliran peserta unjuk gigi dengan bikin tulisan mengenai hobi mereka. Dan nantinya beberapa dari mereka bakal ditunjuk buat bacain langsung tulisannya di depan peserta lain. Ternyata, cara ini ampuh banget buat bikin suasana lebih santai. Terbukti, pas salah satu peserta bacain tulisannya mengenai hobinya naik angkot, semua peserta langsung ketawa-ketiwi. Dari sini aja, kelihatan banget kalo ide yang dimiliki oleh anak SMA emang orisinal dan enggak bisa diremehin gitu aja.

    “Tulisan mereka cukup asyik. Dalam artian mereka punya dasar pengalaman menulis yang bagus,” kata Tarlen, pembicara sekaligus koordinator Workshop Jurnalistik ini.
    Materi terakhir untuk hari itu adalah mengenai straight news di media massa cetak. Sekedar info, straight news adalah berita langsung yang banyak Belia temuin di koran-koran. Pembicara yang didatengin adalah wartawan tulis Pikiran Rakyat, Zaky Yamani.

    Di sini peserta dikasih tau pentingnya unsur who, what, when, why, where, dan how (5W+1H) dalam berita, susunan berita dan bahasa berita. Walaupun workshop berakhir di sore hari, tapi ini enggak bikin semangat peserta pada turun, lho! “Justru seneng banget ikutan workshop ini. Kita jadi tahu banyak soal dunia jurnalistik,” kata Lury, Belia kelas 2 SMAN 12.

    Hari kedua, peserta diberi materi mengenai feature. Yang ngebedain workshop hari ini dengan hari sebelumnya adalah, peserta diharuskan turun langsung mencari berita di sekitar Dipati Ukur, Gasibu dan Tobucil. Sebelumnya, seluruh peserta workshop dibagi menjadi empat desk yaitu sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan.

    Masing-masing desk beranggotakan empat orang peserta dan diberi waktu dua jam untuk mencari berita yang nantinya bakal dibikin straight news dan feature. Hmm… seru juga, tuh. Nah, kira-kira gimana, ya, petualangan masing-masing desk waktu cari berita?
    “Susah banget cari pemulung yang mau diwawancara. Malahan saya sempet diusir, terus sekalinya dapet, eh, saya malah disangka dari ‘Uang Kaget’, hehehe… si bapaknya sampe nangis-nangis,” kata Franky, Belia kelas 2 SMAN 6. Waduh! Ada-ada aja, ya?

    Sesampainya di Common Room, selama satu jam semua desk langsung bikin tulisan sesuai jenis berita masing-masing. Di sini dibahas abis-abisan mengenai feature media cetak. Pemberian materi pun lebih mirip dengan diskusi, tapi itu semua justru bikin semua peserta lebih mengerti gimana caranya bikin feature yang menarik. Malahan peserta bebas mengajukan pendapat dan kritik, pas peserta lain bacain feature dan straight news yang mereka bikin.

    Gara-gara turun langsung ke lapangan ini, semua peserta pada enggak sabar buat sekolah lagi dan bagi-bagi ilmu sama teman-temannya soal ilmu yang mereka dapetin dari sini. “Kalo dulu ngisi mading cuma browsing dari internet, sekarang kita mau beneran cari berita. Biar bisa nambah artikel dan madingnya tambah keren,” jelas Pradita, Belia kelas 2 SMAN 5.
    Nantinya, semua tulisan yang dibuat oleh peserta bakalan dipajang di website Common Room, lho. “Daripada nanti tulisan yang mereka bikin kebuang gitu aja, mendingan dipublish di internet. Justru lewat internet, semua orang di manapun mereka berada, pasti bisa baca tulisan mereka. Salah satu caranya adalah lewat blog,” jelas Tarlen lagi. Makanya, di hari terakhir, peserta juga diberi materi mengenai blog alias website pribadi di internet. Penasaran pengen tau tulisan-tulisan hasil workshop ini? Klik aja http://www.commonroom.info.***

    Astrid
    citospace@yahoo.com

    foto-foto workshop

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
porno ukash canta modelleri sabo terlik escort ankara escort ilan escort ankara ilan