9 May, 2008 | No comments
Common Room Update | April 2008

Pada tanggal 9 s/d 14 April 2008, Common Room bekerjasama dengan Japan Foundation menyelenggarakan workshop video Pika Pika yang diinisiasi oleh Tochka, duo seniman Jepang yang terdiri dari Takeshi Nagata dan Kazue Monno. Selama kurang lebih 2 minggu, kedua seniman ini bekerjasama dengan warga kota Bandung untuk membuat video Pika Pika versi lokal yang juga memanfaatkan karya musik dari para musisi tradisional Sunda seperti Agus (Bonang), Mang Ayi (Trompet) dan Jimbot (Kendang). Informasi mengenai proyek ini bisa dibaca di halaman Jakarta Post.
Karya video animasi dari kegiatan ini diputar pada tanggal 21 April 2008 di Selasar Sunaryo Artspace. Program ini merupakan rangkaian dari Proyek Kita!!, yang merupakan bagian dari perayaan 50 tahun hubungan diplomatik antara Jepang dan Indonesia. Selain melakukan serangkaian kegiatan workshop dan pameran di Bandung, program ini juga diselenggarakan secara serempak di kota Jakarta dan Yogyakarta.
Pada saat yang hampir bersamaan, Common Room juga kedatangan 2 orang personil DFuse (UK), yaitu Barney dan Mike yang datang untuk melakukan riset di kota Bandung sejak tanggal 7 s/d 14 April 2008 atas dukungan dari British Council Indonesia. Beberapa tempat yang mereka kunjungi selama berada di kota Bandung adalah Common Room, Pabrik C-59, Pabrik Kopi Aroma dan beberapa lokasi di daerah Lembang, Gunung Manglayang dan Ujungberung.
Selama berada di kota Bandung, kedua seniman ini merekam dan mengumpulkan berbagai informasi mengenai kota Bandung dengan menggunakan kamera video dan foto digital. Rencananya materi yang dihasilkan melalui riset ini akan ditampilkan dalam pertunjukan DFuse (Surface/ Re-emagining The City) yang akan diselenggarakan berbarengan dengan kegiatan Helar Festival di bulan Agustus 2008. Setelah melakukan penjajakan dengan beberapa seniman dari kota Bandung, DFuse juga berencana untuk berkolaborasi dengan beberapa seniman lokal dalam pertunjukan mereka yang mendatang.
Awal tahun ini Common Room juga bekerjasama dengan teman-teman OpenLab yang menyelenggarakan kegiatan rutin untuk bereksplorasi sekaligus mewadahi perkembangan komunitas dan musisi elektronik di kota Bandung. Setelah menyelenggarakan beberapa kegiatan rutin di Common Room, mereka menggelar konser The Ostend pada tanggal 27 April 2008 dan menampilkan beberapa vj dan musisi elektronik lokal seperti DaMiNaTiLaDa, Killafternoon, Musik Elektrik, These R Fake, Bersekutu Dengan Disko dan Souldelay. Konser The Ostend didukung oleh EAT sebagai sponsor utama dari kegiatan ini. OpenLab akan kembali terlibat dalam pelaksanaan kegiatan Nu-Substance Creative Media 2008 yang rencananya akan diselenggarakan pada akhir bulan Juli 2008 sampai awal bulan Agustus 2008.
Pada tanggal 27 – 28 April 2008, Common Room menerima kunjungan Ita Amahorseija dari Anna Frank Foundation (NL). Rencananya Common Room akan menjalin program kerjasama dengan Anna Frank Foundation. Beberapa kegiatan yang direncanakan adalah penyelenggaraan pameran mengenai kehidupan Anna Frank, pembutaran film Freedom Writers, workshop sejarah oral, dan penelitian mengenai situasi perang dunia ke-2 di kota Bandung.
Top
9 May, 2008 | No comments
Common Room Update | Maret 2008

Disela-sela beberapa kegiatan yang ada, Common Room bekerjasama dengan LFM – ITB, Kineruku dan VideoLab menyelenggarakan workshop One Minute Video pada tanggal 19 Februari s/d 1 Maret 2008. Setelah melakukan eksplorasi bersama selama kurang lebih 2 Minggu, 32 karya video diputar di Rumah Buku pada tanggal 1 Maret 2008. Karya hasil workshop saat ini telah dirangkum ke dalam kompilasi DVD dan rencananya akan diikutsertakan dalam kompetisi One Minute Video 2008 di kota Amsterdam pada bulan November 2008.
Setelah melakukan pemutaran karya One minute Video, Begundal Burgerkill kemudian menyelenggarakan acara pemutaran film berjudul Metal: A Headbanger Journey (Sam Dunn & Scot McFadyen, 2005) yang dilanjutkan dengan kegiatan diskusi dengan para Begundal di Common Room pada tanggal 2 Maret 2008. Selain dihadiri oleh para Begundal, kegiatan ini juga dihadiri oleh para personil Burgerkill dan komunitas Ujungberung Rebels.
Pada tanggal 17 s/d 18 Maret 2008, British Council bekerjasama dengan pemerintah Australia dan Australia Council for the Arts menyelenggarakan sebuah seminar bertajuk Making Creative Cities: The Value of Cultural Diversity in the Arts yang diselenggarakan di kota Melbourne. Dalam kesempatan ini, perwakilan dari Common Room ikut menghadiri seminar bersama-sama dengan Ir. Tamsil Tahir, MSP (Bappeda Kotamadya Bandung), Dr. Himasari Hanan (Prodi Arsitektur – ITB) dan Endro Catur (British Council Indonesia).
Selama dua hari berturut-turut, diskusi mengenai pengembangan kota kreatif dalam perspektif keberagaman budaya menjadi tema sentral yang memancing perdebatan dan diskusi diantara para peserta seminar yang melibatkan para seniman, akademisi, praktisi bisnis, perwakilan pemerintah dan komentator yang berasal dari Inggris, Australia, New Zealand, Indonesia dan Taiwan.
Selanjutnya di akhir bulan Maret, Hardy Mendrofa menyelenggarakan pameran Tano Niha (Peoples Land) di Common Room pada tanggal 28 Maret 2008. Kegiatan pameran ini sekaligus menjadi acara peringatan 3 tahun terjadinya peristiwa gempa yang terjadi di pulau Nias pada tahun 2005 yang telah lalu. Selain pameran, acara ini juga diisi dengan pemutaran slide dan video yang menampilkan situasi di pulau Nias pada saat sebelum dan sesudah gempa terjadi.
Top
9 May, 2008 | No comments
Common Room Update | Februari 2008

Pada tanggal 2 Februari 2008, British Council Indonesia bekerjasama dengan Common Room Networks Foundation merilis http://bandungcreativecityblog.wordpress.com. Blog ini secara khusus dikembangkan untuk menghimpun berbagai informasi yang berhubungan dengan perkembangan dan wacana mengenai ekonomi kreatif di kota Bandung. Sementara itu, blog ini dirancang dan dikembangkan oleh tim riset Common Room yang terdiri dari Gustaff H. Iskandar, Dame Christina, Yasmin Kartikasari dan Addy Handy. Diharapkan blog ini dapat menjadi sumber informasi dan pengetahuan yang dapat memperkaya pengetahuan publik di bidang kreativitas dan ekonomi kreatif, sehingga dapat memicu terciptanya platform pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di kota Bandung.
NoLabelStuff menyelenggarakan konser tunggal Efek Rumah Kaca pada tanggal 3 Februari 2008 di Common Room. Acara ini diberi nama Konser Intim Cinta Melulu dan menampilkan lagu – lagu dari album pertama mereka yang berjudul Self Title (Paviliun Records, 2007). Pada tanggal 9 Februari 2008, kami dikejutkan oleh insiden Sabtu Kelabu yang terjadi di gedung pertunjukan Asia Africa Cultural Center (AACC). 11 orang teman kita meninggal ketika selesai menonton konser launching album kelompok Beside yang berasal dari Ujungberung. Ditengah kebingungan, kesedihan dan frustasi, teman-teman kita yang tergabung dalam kolektif Solidaritas Independen Bandung (SIB) dan Rumah Cemara mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan acara dialog publik pada tanggal 16 Februari 2008 di Gedung Teater Tertutup Dago Tea Huis.
Dihadiri oleh ratusan penggemar musik dan komunitas independen di kota Bandung, acara ini juga dihadiri oleh kelompok band Beside, perwakilan keluarga korban dan beberapa pembicara seperti dr. Teddy Hidayat SpKJ (Psikolog), Yesmil Anwar S.H., M.Si. (Kriminolog), Kimung (Penulis), Addy Gembel (Musisi), Tisna Sanjaya (Seniman), dsb. Ditutup dengan tabur bunga dan doa bersama di gedung AACC, dalam acara ini teman-teman SIB juga mengumpulkan sumbangan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Semua aktifitas ini kemudian mengkerucut pada kampanye Melawan Lupa yang dikumandangkan pada tanggal 14 Maret 2008 oleh teman-teman SIB untuk mencatat insiden Sabtu Kelabu sebagai momentum pembelajaran yang berharga bagi semua pihak di kota Bandung.
Top
8 May, 2008 | No comments
Common Room Update | Januari 2008

Sejak awal tahun 2008, kegiatan di Common Room bertambah ramai dengan inisiatif dari teman-teman yang datang dari latar belakang yang semakin beragam. Sebelumnya, pada akhir tahun 2007, Common Room ikut memfasilitasi pembentukan Bandung Creative City Forum. Pertemuan pertama yang membicarakan rencana pembentukan forum dirintis pada acara community gathering di Common Room pada tanggal 25 Desember 2007. Selanjutnya working group Bandung Creative City Forum secara resmi dibentuk di Common Room pada tanggal 7 Januari 2008.
Rencananya, forum ini akan mengembangankan program Bandung Creative City dan menginisiasi beberapa kegiatan yang dirangkum dalam acara Helar Festival yang akan diselenggarakan di sepanjang tahun 2008. Beberapa diantaranya adalah kegiatan Nu-Substance Creative Media 2008 (Common Room), Artepolis (Arsitektur ITB), KickFest2008 (KICK), Freedom Jazz Festival 2008 (Jendela Ide), Deathfest 2008 (Ujungberung Rebels), dsb. Informasi mendetail untuk kegiatan ini akan kami update secepatnya.
Salah satu kegiatan yang menarik di awal tahun adalah pameran Capo (NLS) yang diselenggarakan pada tanggal 15 s/d 25 Januari di Galeri LIP Yogyakarta oleh teman-teman dari NoLabelStuff. Pameran ini menampilkan kurang lebih 50 karya custom toys yang dibuat oleh para seniman dan komunitas kreatif di kota Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Selain pameran, kegiatan ini juga dilengkapi dengan diskusi yang dihadiri oleh para mahasiswa. Capo kemudian dipamerkan di kota Semarang pada tanggal 5 – 15 April 2008. Pameran diselenggarakan di Rumah Seni Yaitu dan mendapatkan sambutan yang hangat dari khalayak kota Semarang.
Sementara itu, Common Room juga ikut membantu menyelenggarakan acara bedah buku Myself: Scumbag, Beyond Life and Death (Minor Books, 2007) yang menghadirkan beberapa pembicara seperti dr. Teddy Hidayat, SpKJ (Psikiater), Drs. Reiza D. Dienaputra, M. Hum (Ahli sejarah), Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Filsuf), Andy Fadly (Musisi) dan Kimung (Penulis buku Myself: Scumbag, Beyond Life and Death). Selain bedah buku dan diskusi, acara ini juga diselingi dengan pertunjukan musik akustik dari kelompok Burgerkill yang diselenggarakan di Selasar Sunaryo Artspace pada tanggal 19 Januari 2008.
Top
30 April, 2008 | No comments
Living Square | Iqro Firdausy, Kartika C. Nurmala & Tri P. Handayani | 2008
Top
« Next entries










