Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • blauloretta 6:24 am on March 18, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , ,   

    Pertunjukan Pantun Buhun Mang Ayi dan Wa Itok (Subang) | Common Room, 19 Maret 2010 

    Pantun Buhun Ayi Itokt

    Tanggal: 19 Maret 2010
    Jam: 19.00 – 21.00 WIB
    Tempat: Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8, Bandung

    Deskripsi Singkat
    Mang Ayi dan Wa Itok adalah duo seniman tradisional yang mempelajari seni pantun buhun secara alami. Keduanya selama ini dikenal sebagai seniman tradisi yang berasal dari daerah Subang, Jawa Barat. Pada kesempatan ini, Mang Ayi dan Wa Itok akan membawakan cerita dengan judul yang masih mereka rahasiakan. Selain menampilkan seni pantun, selama ini Mang Ayi dan Wa Itok juga kerap aktif menampilkan berbagai bentuk seni tradisi Sunda semisal bajidoran, sisingaan, terbang, gembyung, dsb. Program ini merupakan bagian dari kegiatan yang dikembangkan oleh kelompok TRAH yang diinisiasi oleh Gigi Priadji, Indra Nugraha dan Iman Zimbot sejak tahun 2007. Selain aktif mengembangkan eksplorasi yang memadukan ranah perkembangan musik elektronik dengan kesenian masyarakat Sunda, kelompok ini juga kerap berkolaborasi dengan seniman dan musisi yang berasal dari latar belakang yang beragam.

    (More …)

     
  • Idharrez 8:18 am on March 8, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Workshop & Diskusi Aplikasi Video Untuk Live Performance | Common Room | 11 Maret 2010 

    biosampler

    For us, VJ-ing is more than projecting real time combined images on a screen. I’d like to look at it as an activity of creating an evolving visual experience/ universe. First, the gap between spectator/ performer, stage/ seat, premeditated/ spontaneous, mine/ yours etc; should be obliterated. To rebuild something we have to destroy/ deconstruct the initial form and limitations. Second, interaction and respond is imminent. By doing so, we have created a moebius loop where an idea shall move back and forth, left to right, passed from person to person, and it would evolve and change while being so. And that is Real Time Interaction. It’s like a complex game of “pong”.” (Chainsmokingbastard/ Biosampler)

    Date
    Thursday, March 11, 2010
    Time
    3:00 – 6:00 PM
    Location
    Common Room, Jl. Kyai Gede Utama No. 8

    Deskripsi Singkat
    Aplikasi medium video, seperti yang sudah lebih banyak dikenal terlebih dulu, dapat kita lihat pada iklan TV, film digital, maupun video klip. Dengan semakin berkembangnya teknologi video dan media digital, beberapa tahun belakangan video juga mulai dimanfaatkan untuk mendukung live performance. Pemanfaatan video dalam pertunjukan dapat menjadi pendukung dari sebuah pagelaran, selain dapat juga berdiri sendiri sebagai sebuah karya seni.

    Dalam program ini, akan membahas beberapa aspek penting pemanfaatan medium video untuk aktifitas live performance. Pendekatan untuk aplikasi ini sedikit berbeda dengan beberapa pemanfaatan video untuk kepentingan yang lain. Dalam sebuah live performance, sesuai dengan namanya, video dapat dimainkan secara langsung. Kemampuan untuk berfikir dan bertindak cepat dalam memainkan video menjadi sangat penting, karena di dalam sebuah pertunjukan dituntut kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan flow dan audience. Sangat berbeda dengan proses pembuatan video yang telah dikenal sebelumnya, dimana materi video dapat di edit sesuai dengan keinginan tanpa waktu yang terbatas.

    (More …)

     
  • Idharrez 12:05 pm on March 6, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    Penelitian dan Pengembangan dalam Usaha Kecil 

    Common Room

    Workshop YES Club | 6 Maret 2010 | Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8. Bandung

    “Salah besar jika segala sesuatu (selalu) dikonversikan dengan uang, (terkadang) kita perlu berinvestasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik…”

    (Tegep Octaviansyah, owner of TEGEP BOOTS)

    Inovasi menjadi kata kunci utama dalam membangun dan membina usaha. Dengan kata lain, inovasilah yang menjadikan sebuah produk selalu baru, segar, unik, dan berbeda. Namun, ini sering kali dilupakan oleh sebagian besar pengusaha kecil di Indonesia, yang terlalu memberi fokus pada nilai ekonomi: meraih laba sebesar mungkin dan menyingkirkan nilai inovasi. Tidak mengherankan apabila kita kerap menjumpai produk tertentu dengan desain yang telah berumur 10-15 tahun, namun masih tetap dikembangkan dengan cara yang sama dan dijual tanpa pengembangan yang berarti. Hal ini pulalah yang sering dijumpai pada usaha kerajinan dan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia.

    Karena kurangnya inovasi, tampaknya kebanyakan dari anggota masyarakat kemudian cenderung menjadi follower dan consumer saja. Banyak diantaranya yang hanya bisa mengikuti trend dan menggunakan barang-barang tanpa mau mempelajari dan mencerna produk yang mereka gunakan terlebih dahulu. Barangkali karena permasalahan ini jugalah kita kemudian menemukan kesulitan untuk menjumpai pribadi yang memiliki idealisme dan prinsip yang ajeg. Namun walaupun sedikit, dapat dikatakan bahwa saat ini keberadaan orang-orang yang memiliki idealisme sangat diperlukan untuk mendorong terjadinya perubahan dan inovasi. Barangkali salah satu dari sedikit pelaku yang telah banyak melakukan pembaharuan adalah Tegep Octaviansyah, pemilik TEGEP BOOTS.

    (More …)

     
  • blauloretta 5:45 am on February 23, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , , , , ,   

    Critical Reflection & Speculative Review on Art, Culture, ICT/ Media in Bandung – Indonesia 

    This material was presented during the opening of 1st FOWAB gathering at Common Room, 18 February 2010. Read event review at ruangfreelance (by Dian Ara) and dailysocial (by Wiku Baskoro). FOWAB (Forum Web Anak Bandung) is being initiated by iCreativelabs, Chocaholic, Gagas Imaji, Rave Warrior, Galenic, and ThinkRooms.

     
  • Idharrez 10:17 am on February 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    Melawan Lupa: Mengenang 2 Tahun Insiden AACC | Common Room | 17 Februari 2010 

    suasana pengajian

    Kejadian Sabtu Kelabu yang terjadi pada tahun 2008 yang telah lalu masih membekas di benak orang-orang yang hadir dalam malam peringatan dua tahun Tragedi AACC. Insiden ini merupakan malam yang tidak akan dilupakan oleh sebagian orang, sehingga dirasa penting untuk berefleksi dan mengenang kejadiannya, selain mengenang momen kebersamaan, serta mengambil hikmah dari kejadian itu. Melawan Lupa, adalah momen krusial dan tagline penting dalam peringatan tahun ini. Berbeda dengan acara peringatan tahun lalu, agenda yang dilakukan tahun ini adalah mengaji dan berdoa untuk para korban dengan cara yang lebih sederhana. Malam peringatan pun dihadiri keluarga korban sebagai bentuk penghargaan kepada para korban yang telah menjadi bagian dari komunitas anak muda yang terlibat di dalam insiden ini.

    Satu yang perlu disadari bahwa, insiden AACC bukanlah kesalahan satu pihak, namun kesalahan berbagai elemen terkait. Entah itu mulai dari pihak penyelenggara acara, penonton, pengelola gedung, polisi, pemerintah, media massa, hingga masyarakat. Banyak pihak yang sebetulnya berperan dalam insiden ini. Momen penting malam peringatan dua tahun tersebut merupakan pembelajaran untuk berbuat lebih nyata, mengambil hikmahnya, bersatu padu, dan menjadikan hari esok lebih baik dari hari ini. Dan kejadian malam tersebut, merupakan pelajaran untuk masa depan yang lebih baik, jika kita mampu menyikapinya dengan bijak. Selesai berdoa, acara ditutup dengan makan tumpeng bersama dan melanjutkannya dengan menabur bunga di pelataran Gedung AACC. (yk)

     
  • Idharrez 9:58 am on February 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Review Workshop Radio Crystal | Common Room | 13 Februari 2010 

    Membuat radio ternyata tidaklah serumit yang kita bayangkan. Cukup dengan perangkat-perangkat sederhana, yaitu selongsong tisu gulung bekas, kawat enamel, diode germanium 1N60, Crystal Earphone 2,000k Ohm, dan antena, kita dapat membuat sebuah radio rakitan sederhana dan digunakan tanpa menggunakan tenaga listrik atau batu baterai. Radio ini bernama Radio Kristal. Prinsip kerja Radio Kristal adalah menangkap gelombang radio AM di udara.

    (More …)

     
    • prayudi 5:30 am on March 4, 2010 Permalink

      Di tengah maraknya teknologi saat ini radio kristal seolah membawa anak2 untuk kembali memahami sebuah proses…tak sekedar instan, seketika…. layaknya teknologi saat ini. Workshop2 semacam inilah yang seharusnya banyak dikembangkan agar anak tak loyo dan lembek oleh gempuran manja teknologi. Selamat untuk workshopnya!

  • blauloretta 9:00 am on February 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Menangkap Siaran Radio Tanpa Baterai dengan Radio Crystal 

    Chrystal Radio

    Materi oleh Andar Manik (Jendela Ide)

    Di sekitar kita sebenarnya banyak sekali gelombang radio yang berseliweran. Semisal gelombang TV, radio FM, AM, pesawat, satelit, handphone, dan lain-lain. Untuk menangkap gelombang tersebut diperlukan alat yang sesuai peruntukannya.

    Salah satu cara sederhana untuk “menangkap” gelombang radio tersebut adalah menggunakan pesawat sederhana yang disebut Radio Kristal, Radio Diode Kristal, atau Radio Angin. Alat ini mampu menangkap gelombang AM tanpa menggunakan tenaga listrik atau batu baterai sama sekali. Mirip kalau kita menerbangkan layang-layang, kita hanya membutuhkan angin untuk menerbangkannya, tidak perlu bahan bakar. Tentu saja kualitas penerimaannya tidak sebagus radio yang dijual di toko atau seperti yang kita punya di rumah.

    (More …)

     
  • Idharrez 11:34 am on February 19, 2010 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Membangun Jiwa Entrepreneurship Berbasis Komunitas 

    “If you have an idea, bend it as curve as you can”
    - Reza Pamungkas
    Project Director, Independent Network Indonesia

    Pertemuan YES Club Bandung kali ini membahas “jiwa entrepreneurship berbasis komunitas” dengan mengundang dua pembicara, yaitu Man Jasad (Bandung Death Metal Syndicate atau disingkat BDM) dan Reza Pamungkas (Independent Network Indonesia atau disingkat INI). Poin pentingnya, bagaimana membangun sebuah sistem bisnis dengan modal berbasis jaringan dan kepercayaan (trust) sebagai prinsip utama.

    Sebelum membahas topik ini, pertemuan dimulai dengan presentasi dua orang member YES Club Bandung yang bertujuan memperkenalkan jenis usaha serta proses kerja bahkan pencapaian yang telah dicapai. Mereka adalah Project Manager Cenikrenik Wulantri dan Direktur Umum Greeneration Indonesia M. Bijaksana Junerosano atau akrab disapa Sano.

    (More …)

     
  • blauloretta 2:03 am on January 31, 2010 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Engko by Mang Ayi (Subang) | Trah Project, 2010 

    Engko is a very old Sundanese folk song. Recorded by Gigi in early 2010 as part of Trah Project. This song is performed by Mang Ayi, a renowed native artist from Subang. Engko is the song about the light of God. Engko, in general term means “later”, while Ya Nur Yallah means the light of God.

     
  • blauloretta 4:53 pm on December 15, 2009 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    UNDER ONE SKY | pemutaran film + diskusi: HAM dan Jurnalisme | Rabu, 16 Desember 2009 

    film

    Under One Sky adalah judul dari sebuah film dokumenter di bawah arahan dan suntingan Kiri Dalena, seorang seniman Phillipina yang saat ini tengah menjalani program residensi singkat di Common Room. Film produksi tahun 2009 dan berdurasi 30 menit ini dikerjakan secara bersama-sama dengan Patricia Evangelista. Keduanya berasal dari Phillipina.

    Film ini bercerita tentang sebuah insiden yang terjadi pada tanggal 23 November 2009, ketika sebuah pembantaian terjadi di wilayah Maguindanao dan kemudian dikenal dengan insiden Pembantaian Maguindanau. Dalam insiden ini, sekitar 57 laki-laki dan perempuan dibunuh secara brutal. Secara khusus, film ini berkisah mengenai orang-orang yang menjadi korban, termasuk keluarga yang ditinggalkan. Dalam insiden ini, juga tercatat kematian 31 orang wartawan yang ikut menjadi korban pembantaian yang dilakukan secara membabi buta.

    (More …)

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel