Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • blauloretta 9:56 am on May 21, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Pertunjukan Menyapa Semesta | Padepokan Seni Mayang Sunda | Jumat, 24 Mei 2013 

    Pertunjukan Menyapa Semesta
    Penari: Ine Arini | Rajah: Hermana HMT | Musik/ Bebunyian Eksperimental: flukeminimix & Gustaff H. Iskandar | Visual: Killafternoon | Pencahayaan: Achonk
    Waktu: Jumat, 24 Mei 2013; pk. 19.00 – 22.00 WIB
    Tempat: Padepokan Seni Mayang Sunda, Jalan Peta No. 209, Bandung

    Pengantar
    Menyapa Semesta adalah sebuah pagelaran eksperimentasi bebas yang memadukan seni dan ilmu pengetahuan. Pertunjukan ini mengolah gerak, suara, musik, serta visualisasi yang saling merespon antara satu dengan lainnya sehingga terjalin menjadi sebuah kesatuan utuh yang harmonis.

    Pagelaran ini merupakan kelanjutan dari pagelaran Dedikasi 90 Tahun Observatorium Bosscha yang digelar di ruang Kherkhoven – Observatorium Bosscha, Lembang, pada 20 April 2013 lalu. Dalam kesempatan ini Flukeminimix, Gustaff H. Iskandar, dan Ine Arini akan menampilkan kembali komposisi musik dan tari kontemporer dalam bentuk eksperimentasi bebas yang berjudul “Pulsating Star”.

    Pertunjukan Menyapa Semesta akan dibuka dengan komposisi bebunyian eksperimental yang mengiringi alunan Rajah Pamulang dari Hermana HMT. Pada komposisi ini rajah tradisional Sunda akan dipadukan dengan bebunyian yang dihasilkan dari gelombang radio bintik Matahari yang direkam oleh Observatorium Bosscha pada tahun 2012. Selanjutnya pertunjukan ini akan menampilkan tarian eksperimental dari Ine Arini yang diiringi paduan komposisi elektro-akustik serta bebunyian yang berasal dari gelombang radio Pulsating Star (Pulsar) PSR B0329+54. Pulsar ini memiliki periode rotasi mendekati 0.71452 rotasi/ detik. Pertunjukan ini akan ditutup dengan komposisi esperimentasi bebas dari flukeminimix dan Gustaff H. Iskandar.

    Pertunjukan ini merupakan buah kerjasama antara Padepokan Seni Mayang Sunda, Studio Pohaci, & Common Room, serta merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Budaya Bernalar 2013. Gratis dan terbuka untuk umum.*

    *Tempat terbatas untuk 200 pengunjung

     
  • blauloretta 10:38 am on May 17, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , ,   

    STEAMFest2013 | Museum Geologi | Sabtu, 18 Mei 2013 

    Bulan Bernalar: STEAM Festival 2013 | Museum Geologi, Diponegoro 57, Bandung | Sabtu, 18 Mei 2013, pk. 08:00-17.00 WIB

    Pengantar
    STEAM Fest adalah ajang yang baru dan unik dalam mengekpos masyarakat pada komponen-komponen kehidupan modern dengan cara menggugah nalar logis dan kehalusan serta ketajaman nurani. Kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum, terutama untuk siswa dan guru. Acara ini bukan hanya sekedar pameran statis, namun pengunjung akan diundang untuk berkontribusi dalam kegiatan kolaboratif yang mengaktifkan nalar dan indera secara konstruktif. Bidang-bidang yang akan ditampilkan dalam festival tahun ini adalah sains fisis (seperti astronomi dan fisika), sains hayati (seperti kimia, biologi, kesehatan), teknologi (misalnya teknologi pembelajaran modern), matematika, rekayasa penerbangan, seni klasik maupun modern dan interaksinya dengan sains dan teknologi, serta pertunjukan tari dan musik. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum.

     
  • blauloretta 7:30 am on May 10, 2013 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Diskusi MLI | Revolusi Copernicus | Prof. Bambang Hidayat | Rabu, 15 Mei 2013 

    [Diskusi MLI] Revolusi Copernicus | Prof. Bambang Hidayat | Rabu, 15 Mei 2013
    Diskusi Bersama Prof. Bambang Hidayat
    Rabu, 15 Mei 2013, pk. 14.00 – 17.00 WB
    Ruang Serbaguna UPT Perpustakaan ITB
    Jl. Ganesha No. 10
    Gratis & terbuka untuk umum.

    Pengantar
    Pada dasarnya Revolusi Kopernikus adalah pergeseran paradigma model alam semesta: dari system Ptolomeus yang mendudukan Bumi stationer sebagai pusat peredaran, ke Matahari sebagai pusat perputaran langit. Sebagai layaknya kelahiran sebuah revolusi itu sendiri dipicu oleh prolog ubahan peristiwa sosial: mulai dari asimilasi ilmu lama, dengan wawasan baru tentang alam semesta yakni ketidak mungkinan mempertahankan kedudukan Bumi stasioner tanpa gerak; ubahan tatanan ekonomi dan agraris sederhana menjadi lebih produktif dan merata. Bersamaan dengan itu Ordo Fransiskan pada abad ke-12 sudah mulai mencetuskan penalaran yang mengemban suasana diskursif, serta dorongan menumbuhkan ide yang kreatif. Kematangan masyarakat siap menantikan ubahan seperti seorang Ibu yang hamil tua.

    Penemuan dunia baru diseberang Atlantik memberi impetus dan bobot keinginan merubah suasana. Interaksi dengan mediterania menambah luas wawasan Eropa sentral. Dalam banyak hal timbul pertanyaan apakah yang tejadi itu revolusi atau sebuah proses reformasi pemikiran. Apapun yang telah terjadi memperlihatkan perkembangan nalar yang bebas, yang ingin menjawab informasi dengan (istilah sekarang) bukti yang evidence-based. Baik reformasi apalagi, nyatanya, revolusi waktu itu adalah ubahan cepat alur pikiran yang dipicu oleh keperluan membuat tabel baru astronomi, atas dasar penelitian yang harus menghasilkan bukti. Kelahiran usaha cetak sangat membantu proses pengubahan tersebut dengan penerbitan “de revolutionibus Orbium Prima” yang bisa beredar cepat melampaui jangkauan kendali gereja dan kekuasaan.

    Ilmu pengetahuan pasca Revolusi itu menikmati beberapa penerobosan jalan buntu. Alur riset yang hipotetiko-deduktionik berkembang. Kota-kota Universitas tempat pengecambahan keilmuan dengan semangat libetariani (seperti Padua, Florence) yang dinamik tumbuh sebagai pusat budaya baru. Gagasan bahwa eksperimen bernilai lebih besar daripada proses induktif menguasai nalar kemampuan untuk kebebasan menyuruki sifat alam sekitar mulai dari jasad renik sampai ukuran makro. Ilmu pengetahuan yang selalu mempertanyakan (dengan skeptisisme yang teroganisasi) menjadi supreme doktrime kala itu. Penalaran cepat berkembang biak ketika pada tahun 1471 dwitunggal mesin penyebaran aktif bekerja: bebas mimbar dan percetakan. Revolusi itu kemudian menemukan tokoh dan cantriknya seperti Darwin dengan Huxley, Halley dan Newton, merampungkan Revolusinya Copernikus menghantar dunia ke alam Lavoisier, dan lainnya. Homosentrisme ditinggalkan oleh Revolusi itu.

    Prof. Bambang Hidayat

    Kegiatan ini adalah buah dari kerjasama antara Moedomo Learning Initiative, UPT Perpustakaan Pusat ITB, dan Common Room.

    *Sumber gambar: Wikipedia

     
  • blauloretta 8:33 am on April 19, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , , ,   

    Undangan Terbuka Pameran Seni Fraktal | STEAMFEST, 18 Mei 2013 

     
  • blauloretta 12:30 pm on April 16, 2013 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    [Diskusi MLI] Dari Balik Heningnya Guru Perempuan | Ibu Henny Supolo (Yayasan Cahaya Guru) | Rabu, 24 April 2013 

    [Diskusi MLI] Dari Balik Heningnya Guru Perempuan
    Pembicara: Ibu Henny Supolo (Yayasan Cahaya Guru)
    Waktu: Rabu, 24 April 2013, pk. 14.00 – 17.00 WIB
    Tempat: Gedung Perpustakaan Pusat ITB, Jl. Ganeca no. 10

    Pengantar
    Melalui pelatihan-pelatihan Yayasan Cahaya Guru, tertangkap kecenderungan suara guru perempuan tidak terdengar di ruang diskusi besar. Padahal, dalam pembicaraan pribadi, pendapat mereka tajam dan penuh makna. Apakah yang sebetulnya terjadi di balik heningnya guru perempuan itu? Bagaimana cara mendorong partisipasi sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki? Apakah hal sama terjadi juga di lingkungan komunitas lain saat ini? Hal ini yang diharapkan akan dibagi dan dibicarakan bersama dalam diskusi “Di Balik Heningnya Guru Perempuan”.

    Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Moedomo Learning Initiative (MLI), Common Room, dan UPT Perpustakaan ITB. Gratis dan terbuka untuk umum.

     
  • blauloretta 1:11 pm on April 15, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , , ,   

    [Open House] 90 Tahun Observatorium Bosscha, Lembang | Sabtu, 20 April 2012 

     
  • blauloretta 4:05 pm on April 9, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Bincang Buku: Melampaui Penglihatan | Common Room, Rabu, 10 April 2013 

    Bincang Buku: Melampaui Penglihatan; Kumpulan Esai Antropologi Visual tentang Media (Audio) Visual, Seni, dan Penonton
    Penulis: M. Zamzam Fauzanafi (penulis buku)
    Pembahas: Jejen Jaelani (Forum Studi Kebudayaan ITB)
    Tempat: Common Room, Jl. Muararajeun no. 15, Bandung
    Tanggal/pukul: 10 April 2013/19.00 s.d selesai

    Penglihatan dan Apa yang Melampauinya
    Buku ini merupakan kumpulan esai yang ditulis oleh M. Zamzam Fauzanafi sebagai akademisi sekaligus pegiat yang mendalami kajian antropologi visual. Melampaui Penglihatan dimaksudkan sebagai suatu upaya penafsiran budaya sehari-hari melalui detail citra media tontonan sebagai hasil; kerja kamera, mata penglihatan, visualitas, caption dan perbincangan mengenai penglihatan, pun pemaknaan di luar penglihatan itu sendiri.

    Kumpulan esai dalam buku ini mencakup uraian dan penjelasan tentang dua wilayah kerja antropologi visual. Pertama, penggunaan medium/materi visual dalam riset, terutama foto dan video. Kedua, analisis terhadap materi visual dan properti sistem visual mengenai bagaimana segala sesuatu dilihat, serta bagaimana penglihatan dipahami dalam berbagai ekspresi dan pengalaman sosial (melalui lukisan, mural, televisi, hingga puisi, pengalaman menonton film).

    Esai-esai ini bukan semata-mata mengenai dunia visual atau penglihatan, melainkan sebuah usaha untuk menempatkan yang visual dalam relasi kultural, sosial, dan politik yang kompleks. Melalui esai-esai ini yang visual, sebagaimana diungkap oleh MacDougall (2006: 222), ditempatkan sebagai jalan bagi indra yang lain untuk mengalami kompleksitas proses sosial, kultural, dan politik. Jalan yang tidak hanya membutuhkan penglihatan dan penafsiran, tetapi melibatkan emosi dan pemahaman indrawi.

    Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Rumah Sinema dan Common Room. Gratis dan terbuka untuk umum.

     
  • blauloretta 3:58 pm on April 9, 2013 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    One Day Seminar: Encourage Your Creativity | STISI Telkom Hall | Rabu, 10 April 2013 

     
  • blauloretta 11:43 am on March 11, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    Kuliah Jalanan Bersama Hikmat Darmawan: Aspek-Aspek Budaya Pop | Sabtu, 23 Maret 2013 

    Kuliah Jalanan Bersama Hikmat Darmawan: Aspek-Aspek Budaya Pop
    Sabtu, 23 Maret 2013; pk. 10.00 – 12.00 WIB
    Common Room, Jl. Muararajeun no. 15

    Pengantar
    Kuliah Jalanan adalah kegiatan yang digagas oleh Hikmat Darmawan, seorang pakar komik dan pengamat budaya populer yang juga dikenal sebagai seorang penulis lepas. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung terjadinya proses produksi dan distribusi pengetahuan secara langsung di tengah-tengah khalayak luas. Bentuk dari kegiatan Kuliah Jalanan adalah kuliah umum dengan subjek spesifik yang berlangsung selama 1-2 jam. Narasumber akan memberikan ceramah dan memfasilitasi proses tanya jawab sebagaimana kegiatan perkuliahan pada umumnya. Kegiatan Kuliah Jalanan juga dapat berbentuk obrolan tentang subjek tertentu yang sangat khusus, selama 5-7 menit di ruang publik. Seluruh kegiatan Kuliah Jalanan terbuka luas untuk publik secara gratis.

    Hikmat Darmawan sempat mengecap pendidikan di FISIP UI jurusan komunikasi dan bekerja sebagai penulis lepas untuk berbagai media massa. Ia juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan budaya di Indonesia, serta ikut mengelola lembaga Musyawarah Burung dan Akademi Samali. Di sela-sela aktivitasnya ia bekerja sebagai editor untuk http://rumahfilm.org. Pada periode 2010-2011 ia menerima Asian Public Intellectual (API) fellowship untuk melakukan penelitian identitas nasional pada gambar komik di 3 negara, yaitu Jepang, Thailand dan Indonesia.

    (More …)

     
  • blauloretta 9:04 am on March 6, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    [Diskusi] #HariPi | Meninjau Ulang Kehidupan Sang Pi bersama Dr. Yudi Soeharyadi | 14 Maret 2013 

    Diskusi Meninjau Ulang Kehidupan Sang Pi bersama Dr. Yudi Soeharyadi
    Waktu: 3.14 (14 Maret 2013), pk. 1:59 (Siang)
    Tempat: Gedung Perpustakaan Pusat ITB, Jl. Ganesha no. 10

    Pengantar
    Sejak era Yunani kuno, bilangan pi selalu menarik banyak orang. Bilangan yang kalau dikalikan diameter lingkaran akan diperoleh keliling lingkaran tersebut, mengundang banyak orang sejak ribuan tahun yang lalu untuk menyelidikinya. Karena bilangan ini irasional, bukan pecahan, maka sangat sulit disajikan dalam bentuk desimal. Lomba untuk menentukan bilangan desimal yang semakin mendekati pi ini masih hangat. Komputer diuji kecepatannya dengan seberapa cepat dia mampu menghitung nilai pi sampai ketelitian sekian. Dalam kegiatan diskusi ini, yang akan ditinjau justru budaya yang terekam dari bilangan pi, atau tepatnya pendekatannya. Gabungan pendidikan dan ciri masyarakat ternyata mempengaruhi bagaimana nilai pi ini dimaknai. Kegiatan diselenggarakan tepat pada bulan ke-3, hari ke-14, jam 1:59 siang.

    Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Moedomo Learning Initiative (MLI), Common Room, dan UPT Perpustakaan ITB. Gratis dan terbuka untuk umum. Happy Pi Day!

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
esc
cancel
cialis geciktirici online film izle bedava film izle chat